Bandara KNIA Beserta Aset 100% Tetap Milik Angkasa Pura

  • Whatsapp
Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA).

transbisnis.com | JAKARTA – Kepemilikan Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) beserta asetnya 100% tetap milik Angkasa Pura II (AP II).

Bahkan PT Angkasa Pura II menjamin tidak ada penjualan aset atau saham Bandara Kualanamu Internasional Airport.

Bacaan Lainnya

Hal itu ditegaskan Direktur Transformasi dan Portofolio Strategis PT AP II Armand Hermawan, dikutip melalui keterangan resmi, Kamis (25/11/2021).

Lebih lanjut Armand mengatakan saat ini pengelolaan Bandara Kualanamu Internasional Airport dilakukan oleh AP II, sejalan dengan adanya mitra strategis, pengelolaan selama 25 tahun akan dilakukan oleh AP II dan GMR melalui JVCO yang 51% sahamnya dimiliki AP II.

Selanjutnya kata Armand pengelolaan Bandara Kualanamu Internasional akan kembali seluruhnya kepada AP II setelah masa kerjasama berakhir.

“AP II mengajak mitra strategis, yakni GMR Airports Consortium bersama-sama mengelola dan mengembangkan Bandara Kualanamu. GMR Airports Consortium sendiri dipilih menjadi mitra strategis setelah melalui serangkaian proses tender secara profesional dan transparan,” ujarnya.

Saat ini, terang Armand AP II dengan GMR Airports Consortium membentuk joint venture company (JVCo), yakni PT Angkasa Pura Aviasi untuk mengelola dan mengembangkan Bandara Kualanamu Internasional.

“AP II sebagai pemegang saham mayoritas dengan menguasai 51% saham di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara GMR Airports Consortium memegang 49% saham,” tuturnya.

Ia kembali menekankan tidak ada penjualan aset atau penjualan saham Bandara Kualanamu Internasional Airport. Kepemilikan beserta asetnya 100% tetap milik AP II.

Sementara, JVCo hanya akan menyewa aset kepada AP II untuk dikelola selama 25 tahun. Setelah periode kerja sama berakhir, JVCo tidak lagi berhak mengelola Bandara Kualanamu Internasional dan semua aset hasil pengembangan akan dikembalikan kepada AP II.

“Jadi ini kemitraan dapat dianggap seperti perjanjian sewa menyewa dengan para tenant di terminal bandara,” beber Armand.

Armand menuturkan, kemitraan strategis ini merupakan inovasi model bisnis yang menarik minat investasi pihak swasta untuk dapat turut berkontribusi dalam mengembangkan infrastruktur di Indonesia dan menyediakan layanan bagi kepentingan umum.

(ril)

Pos terkait