IHSG Bertengger di Zona Merah di Perdagangan Sesi I

  • Whatsapp
Saham Sektor Pertanian Tergunting Paling Dalam Hari Ini
IHSG Terkoreksi 0,29% di Tengah Hari

transbisnis.com| Jakarta – Perdagangan sesi pertama hari ini. Senin (22/11) hingga pukul 11.30 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah.

IHSG melemah 27,989 poin atau 0,42% ke 6.692,274.

Bacaan Lainnya

Pelemahan IHSG ini disokong oleh sebagian besar indeks sektoral.

Di mana, indeks dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Teknologi yang anjlok 0,93%.

Disusul, IDX Sektor Infrastruktur turun 0,86%, IDX Sektor Properti & Real Estate melemah 0,83%.

IDX Sektor Transportasi & Logistik koreksi 0,70% dan IDX Sektor Perindustrian melemah 0,35%.

Selanjutnya, IDX Sektor Barang Konsumen Primer turun 0,30%, IDX Sektor Energi turun 0,27%.

IDX Sektor Keuangan melemah 0,24%, IDX Sektor Barang Baku koreksi 0,20%.

IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer melemah 0,14%.

Sementara itu, IDX Sektor Kesehatan menjadi satu-satunya indeks sektoral.

Yang menguat pada perdagangan sesi pertama setelah naik 1,03%.

Total volume transaksi bursa mencapai 16,99 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 7,66 triliun.

Sebanyak 303 saham turun. Ada 213 saham naik harga dan 146 saham flat.

Top losers LQ45 siang ini adalah:

-PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) turun 4,90%
-PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun 4,31%
-PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) turun 3,77%

Top gainers LQ45 siang ini terdiri dari:

-PT PP Tbk (PTPP) naik 3,20%
-PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik 2,70%
-PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) naik 5,54%.

Investor asing mencatat beli bersih atau net buy Rp 111,21 miliar di seluruh pasar.

Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 58,1 miliar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 48,8 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 33,4 miliar.

Sedangkan saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) Rp 100,4 miliar.

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 39,1 miliar dan PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp 17,4 miliar.

Pos terkait