Harga Minyak Mentah Brent Turun 0,72%

  • Whatsapp
Harga Minyak Melemah Tercatat Melemah Sepanjang Pekan Ini
Harga Minyak Mentah Brent.[net]

transbisnis.com | Jakarta – Harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Januari 2022 turun 0,72%.

Menjadi US$ 78,32 per barel di perdagangan Senin (22/11) pukul 09.15 WIB

Bacaan Lainnya

Harga minyak mentah jatuh ke posisi terendah dalam tujuh minggu pada awal perdagangan hari ini.

Hal tersebut memperpanjang penurunan setelah koreksi yang terjadi di sesi sebelumnya.

Sentimen yang menyeret pergerakan minyak datang di tengah kekhawatiran tentang kelebihan pasokan.

Setelah Jepang mengatakan berencana melepaskan cadangan minyak dan di saat yang sama situasi Covid-19 kembali memburuk di Eropa.

Setali tiga uang, harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Januari 2022 juga melemah 0,51% ke US$ 75,55 per barel.

Harga WTI dan Brent mencapai level terendah sejak 1 Oktober di awal sesi. Kedua harga acuan ini merosot sekitar 3% pada hari Jumat (19/11).

Sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan minyak datang dari pernyataan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida.

Sabtu (20/11), dia mengisyaratkan bahwa Jepang siap untuk membantu melawan kenaikan harga minyak mentah menyusul permintaan dari Amerika Serikat untuk melepaskan minyak dari cadangan darurat-nya.

Sementara itu, kekhawatiran berkembang bahwa pembatasan Covid-19 yang diperbarui dapat menekan permintaan terhadap komoditas energi tersebut.

Jerman memperingatkan pada hari Jumat bahwa mereka mungkin perlu melakukan penguncian penuh.

Setelah Austria mengatakan akan menerapkan kembali langkah-langkah ketat untuk mengatasi meningkatnya infeksi di negaranya.

“Austria memberlakukan penguncian awal bulan ini, sementara Jerman siap untuk menyetujui wajib kerja jarak jauh,” kata ANZ dalam sebuah catatan.

“Di Irlandia dan Belanda, orang telah diinstruksikan untuk bekerja dari rumah jika memungkinkan,”

“Ini terjadi di tengah prospek pelepasan minyak dari cadangan strategis di China dan AS.”

Gedung Putih pada hari Jumat menekan kelompok produsen OPEC lagi untuk mempertahankan pasokan global yang memadai.

Beberapa hari setelah diskusi AS dengan beberapa ekonomi terbesar dunia mengenai potensi pelepasan minya.

Dari cadangan strategis untuk memadamkan harga energi yang tinggi.

Namun, di Jepang, undang-undang hanya mengizinkan cadangan untuk dilepas jika ada kendala pasokan atau bencana alam.

“Kami melanjutkan dengan pertimbangan tentang apa yang dapat kami lakukan secara legal dengan premis bahwa Jepang akan berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain yang terkait,” kata Perdana Menteri Kishida kepada wartawan.

Investor juga mengamati perkembangan di kawasan Timur Tengah setelah media pemerintah Arab Saudi melaporkan.

Bahwa koalisi pimpinan Saudi yang memerangi gerakan Houthi yang didukung Iran di Yaman mengatakan.

Pihaknya mendeteksi indikasi bahaya yang akan segera terjadi pada navigasi dan perdagangan global di selatan Laut Merah.

Pos terkait