Atraksi Anak Danau Gairah Seni Masa Pandemi

  • Whatsapp
Atraksi Anak Danau di seputaran Samosir

Pekerja seni tanah air terus berkarya dimasa Pandemi COVID-19. Mulai dari pementasan tari tradisional, pertunjukan musik, lokakarya budaya, festival kesenian, panggung teater, pameran seni rupa, pertunjukan bioskop, sampai latihan di sangar-sanggar seni dan lain-lain, yang di awal pandemi ditiadakan, kini bergairah kembali.

Memang, kegiatan yang dilakukan tetap tak bisa dalam skala besar, apalagi mendatangkan kerumunan massa. Kegiatan yang dilakukan tetap  dengan pembatasan sesuai standar ketat protokol kesehatan (Prokes) COVID-19, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Bacaan Lainnya

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Teknis Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif.

Penerbitan SKB Kemendikbud dan Kemenparkeraf ini menjadi pegangan legal atau payung hukum yang jelas guna menghidupkan kembali kegiatan seni dan budaya serta ekonomi  kreatif secara khusus.

Saat ini aktivitas yang paling mungkin dilakukan para pelaku seni salah satunya kegiatan belajar – mengajar di sanggar, yang tentunya dengan menerapkan Prokes dengan ketat.

Sesuai isi SKB tentang Panduan Teknis Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif, pelatihan diawali dengan pengecekan suhu tubuh, hanya diikuti 15 sampai 20 orang setiap latihan (separuh jumlah anak didik) untuk mencegah para peserta tidak berkerumun.

Para peserta/anak didik juga diharapkan bisa beradaptasi dengan penggunaan pelindung wajah (face shields) dan masker saat berlatih. Di ruang kreativitas diharapkan para kreator dapat mengeksplorasi bahasa tubuhnya tanpa harus mengurangi arti yang sesungguhnya. Demikian juga dengan aturan jaga jarak dalam pola koreografi yang mensyaratkan 1 sampai 2 meter antarorang.

“Sekarang kita perlu beradaptasi dan mengubah metode yang selama ini digunakan namun tanpa mengesampingkan faktor kesehatan serta kualitas garapan,” ujar Em Ady  dari Rumah Karya Indonesia (RKI) Medan, Kamis (21/10/2021) .

Patut dipahami, dengan tidak ada panggung pertunjukan selama pandemi, banyak seniman yang kehilangan mata pencariannya sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Namun, kreativitas tidak boleh terhenti.

Anak Danau

RKI Medan, satu diantara komunitas berkesenian yang kreatif dalam suasana pandemi COVID-19. Sejumlah 15 sanggar di lingkar Danau Toba dari 30 sanggar yang terlibat, dikolaborasikan pada acara Atraksi Anak Danau.Seniman muda dari etnis Karo , Pakpak, Toba, Simalungun digilir tampil di lingkungannya setelah RKI memberikan pelatihan dan edukasi berkesenian.

Tidak mengherankan jika saat beratraksi selalu dikaitkan dengan objek wisata super prioritas Danau Toba bersama view yang indah sebagai arena kolaborasi. Sebut saja Tongging di Kabupaten Karo, Desa Silalahi di Kabupaten Dairi, Harianboho Samosir dan Parapat di Kabupaten Simalungun.

Berlatih gerakan tari menjelang penampilan Atraksi Anak Danau di Harianboho.

Seniman – seniman ini berdiskusi dengan pimpinan RKI Ojax Manalu, menciptakan karya musik & tari lintas puak dan dieksekusi oleh komposer muda Brevin Tarigan bersama kelompok musik De’tradisi.

“Kesenian tradisional di sekitar danau Toba harus dijaga khususnya bagi anak muda agar kesenian tradisi bisa dikembangkan dan tidak akan hilang, ” ujar seniman musik Darwan Tarigan, saat ditemui di Tongging.

Sanggar Gracia Silalahi, satu diantara komunitas yang ikut ambil bagian pada Atraksi Anak Danau ini. Semuanya bersemangat meski diharuskan memakai masker saat beraktifitas bernyanyi dan menari. Awalnya , mereka merasa asing namun setelah diedukasi tentang Prokes COVID-19, semuanya menjadi maklum dan senang menerapkannya.

Gerak demi gerak dilatih selama latihan. Meskipun cuaca sesekali kurang mendukung tidak membuat semangat mereka menurun. “ Ada pengalaman tersendiri dalam latihan bersama, apalagi masa pandemi begini, “ ujar Ramanta Alkaro Sinulingga, di sela latihan di kawasan Desa Silalahi.

Semangat peserta festival tidak pernah berkurang dalam latihan. Kegiatan siang hari disesuikan dengan jam belajar system daring. Mereka menunjukkan ekpresi bahagia  sejak musik dan lagu diperdengarkan. Berjingkrak, berteriak dan meliukkan tubuhnya muncul jika sudah mendengar musik dan lagu yang digunakan berlatih.

Atraksi Anak Danau memberikan dampak positif bagi seniman daerah. Hubungan akrab sesama sanggar seni  makin terjalin di destinasi wisata papan atas tersebut.

Atraksi Anak Danau yang dipilih berkaitan dengan situasi sosial-kultural saat ini termasuk perubahan format penyelenggaraan.Seniman juga dituntut turut peduli atas

keberlangsungan seni kreatif yang terdampak pandemi COVID-19. Saat itulah RKI menyiasatinya dengan membuat program kreatif yang bisa melibatkan sejumlah seniman di seputaran Danau Toba.

Pemandangan dari Atraksi Anak Danau tersebut memperlihatkan kesenimanan harus berkompromi dan hal itu tidak mengurangi tujuan. Misalnya, mengubah medium ruang pentas menjadi daring (online) tanpa penonton serta harus rela melakukan pengemasan artistik yang natural bersanding dengan Prokes .

“ Kompromi tersebut tidak mengurangi nilai estetika bahkan memunculkan pemandangan kekinian. Hebatnya lagi, momen berharga saat pandemi COVID-19 ini menunjukkan peran serta seniman dalam kampanye penerapan prokes, “ ujar Em Ady lagi.

Penggarapan materi Atraksi Anak Danau dikemas berformat audio visual khas RKI untuk kebutuhan dokumentasi Kemendikbudristek RI. Materinya adalah musik, tari dan lagu daerah yang bersumber dari destinasi wisata prioritas Danau Toba.

Sejak pagi sampai malam hari puluhan pekerja seni bekerjasama menyiapkan semua keperluan dan berseliweran di  pinggiran Danau Toba. Komunikasi dengan masyarakat saat membaur tidak terlepas soal penerapan Prokes dan kesiapan mengikuti vaksinasi.

Warga cukup disiplin soal Prokes dan vaksin, apalagi kawasan Danau Toba menjadi destinasi super prioritas  “ Vaksin dan Prokes sudah kewajiban bagi warga disini, “ ujar Ramanta Alkaro, pekerja seni dari RKI.

Dalam penggarapan Atraksi Anak Danau, seluruh personel tercatat sudah menerima vaksin minimal dosis 1. Seputaran lokasi acara disediakan  handsanitizer dan wajib menggunakan masker.* jendaingetanbangun.

 

Pos terkait