IDI Minta Mobilitas dan Prokes Diawasi

  • Whatsapp
Wali Kota Medan saat memantau pelaksanaan vaksinasi pelajar di Medan baru - baru ini.

transbisnis.com | Seluruh masyarakat diimbau untuk tetap tertib dalam mobilitas dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) COVID-19 secara ketat berupa cuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak dalam kerumunan.

Hal itu disampaikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Sumatera Utara dalam rangka mendorong pemerintah tetap memperketat pengawasan meskipun tren kasus harian COVID-19 sudah menurun.

Bacaan Lainnya

” Masyarakat juga tidak menyebarluaskan atau memberitakan hal-hal yang tidak terkonfirmasi baik tentang COVID-19.Semua aktifitas harus terukur, terkendali dan diawasi dengan sistem yang baik,” kata Ketua IDI Sumut dr Ramlan Sitompul di Medan, Senin (18/10).

Data Kementerian Kesehatan yang diterima di Medan, tercatat jumlah kasus terkonfirmasi di Sumut per 18 Oktober 2021 bertambah 35 sehingga total menjadi 105.571 kasus.

Untuk jumlah kasus sembuh COVID-19 bertambah 49 orang sehingga secara akumulasi menjadi 102.064 kasus, sedangkan kasus meninggal bertambah satu jiwa menjadi 2.872 orang.

Jumlah kasus aktif COVID-19 atau pasien yang masih menjalani isolasi maupun karantina di wilayah Sumut tersisa 635 orang.

Ia mengkhawatirkan kasus COVID-19 kembali melonjak apalagi pergerakan masyarakat saat ini meningkat menyusul penurunan status level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Sumut.

Kebiasaan baru dalam masa pandemi harus digalakkan melalui sosialisasi dan pendampingan, terutama bila sekolah kembali menerapkan sistem pembelajaran tatap muka.

Pengawasan sistem karantina bagi para pelaku perjalanan internasional juga lebih diperketat, guna mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Camat Medan

Sementara itu, Walikota Medan Bobby Nasution meminta para camat di Medan bertanggung-jawab apabila warganya terkonfirmasi positif COVID-19 serta membawanya ke isolasi terpadu milik Pemko Medan.

Saat ini Medan berada pada PPKM Level 2. Ada kelonggaran pembatasan, baik kegiatan sosial maupun ekonomi. Namun kondisi ini tidak membuat lemah dan lengah.

Beberapa hari terakhir ini terjadi perkembangan yang perlu diperhatikan. Tanggal 10 Oktober pertambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 sebanyak 12, 11 Oktober 10 kasus, 12 Oktober 12 kasus, dan 13 Oktober meningkat tajam menjadi 31 kasus.

Tak kalah pentingnya, agar seluruh camat dan kepala Puskesmas mempercepat program vaksinasi. Saat ini, Medan mendapat 112 ribu vaksin Pfizer. Vaksinasi diprioritaskan untuk lansia juga anak usia 12 sampai 18 tahun untuk mendukung Pembelajaran Tatap Muka (PTM). *jendaingetanbangun.

Pos terkait