Kemarin Kanit Reskrim Ditarik, Hari Ini Menyusul Kapolsek

  • Whatsapp
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan.

transbisnis.com | JAKARTA – Setelah kemarin Polrestabes Medan mencopot Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu M Karo-karo dari jabatannya,

Kini giliran Kapolsek Percut Sai Tuan Medan AKP Jan Piter Napitupulu yang dicopot dari jabatan.

Bacaan Lainnya

“Kemarin, Kanit Reskrim (Polsek Percut Sei Tuan) telah ditarik, dan hari ini menyusul Kapolsek Percut Sei Tuan, saat ini sudah dimutasikan. Hal itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolda, yang bersangkutan dimutasi sebagai perwira Yanma (Pelayanan Markas) Polda Sumut dalam rangka pemeriksaan Propam (Profesi dan Pengamanan),” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, di Mabes Polri, Kamis (14/10/2021).

Ramadhan juga menjelaskan, seusai Jan Piter dicopot, posisi Kapolsek Percut Sei Tuan Medan selanjutnya diisi oleh Kompol Muhammad Agustiawan.

Ramadhan menyampaikan, Jan Piter dimutasi karena dalam audit internal ditemukan adanya unsur tidak profesional dalam penanganan kasus penganiayaan pedagang, di Pasar Gambir, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Menyoal apa unsur tidak profesional yang dimaksud, Ramadhan mengatakan, hal ini yang akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Propam.

“Terkait dengan tidak profesionalnya dalam melaksanakan tugas. Tentu hal ini akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain hukuman administrasi, saat ini proses pemeriksaan oleh Bid Propam Polda Sumut sedang berjalan,” ungkapnya.

Diketahui, pencopotan jabatan Kapolsek Percut Sei Tuan dan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, diduga akibat tidak profesional dalam menangani kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan bernama Liti Wari Iman Gea alias LG (37), yang berprofesi sebagai pedagang, di Pasar Gambir, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Dimana LG selaku korban penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pelaku ternyata malah ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu terjadi, pasca kejadian, kedua belah pihak saling membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan, yang kemudian keduanya ditetapkan sebagai tersangka.

Mengetahui hal itu, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, kemudian meminta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan untuk menarik perkara itu.

Kasus dengan terlapor BS ditangani Polrestabes Medan, dan terlapor LG ditangani Ditreskrimum Polda Sumatera Utara.

Informasi dihimpun, kasus penganiayaan itu berawal dari LG menolak memberikan uang keamanan sebesar Rp 500.000 yang diminta sekelompok pelaku hingga terjadi kekerasan.

Kemudian aksi premanisme dan kekerasan yang dilakukan sekelompok pelaku itu diterekam kamera, dan videonya viral di media sosial.

(hg)

Pos terkait