Kanit Reskrim Percut Sei Tuan Dicopot, Kapolsek Dalam Pemeriksaan

  • Whatsapp
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono

transbisnis.com | JAKARTA – Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu M Karo-karo, akhirnya dicopot dari jabatan, karena dinilai tidak profesional dalam menangani kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan bernama Liti Wari Iman Gea alias LG (37), yang berprofesi sebagai pedagang, di Pasar Gambir, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Setelah dilakukan audit penyelidikan berkaitan dengan kasus tersebut, ditemukan adanya penyidikan yang tidak profesional yang dilakukan oleh Polsek Percut Sei Tuan, Medan. Sehingga per 12 Oktober 2021, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan dicopot dari jabatannya oleh Polrestabes Medan,” jelas Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, kepada wartawan, di Mabes Polri, Rabu (13/10/2021).

Bacaan Lainnya

Sementara lanjut Argo, untuk Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu sedang dalam proses pemeriksaan, dan apabila ditemukan pelanggaran, maka yang bersangkutan juga akan dicopot.

“Kemudian, untuk Kapolsek Percut Sei Tuan dalam proses. Karena untuk Kanit itu kewenangan dari Polrestabes, sedangkan untuk Kapolsek adalah kewenangan bapak Kapolda. Jadi Kapolsek Percut Sei Tuan dalam proses, jika terbukti melakukan pelanggaran juga akan dicopot,” ungkapnya.

Diketahui, pencopotan jabatan Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu M Karo-karo, oleh Polrestabes Medan terkait perkara dugaan penganiayaan yang menjadi sorotan publik setelah LG selaku korban ternyata juga ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu terjadi karena pasca-kejadian kedua belah pihak saling membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan, dan kemudian keduanya ditetapkan sebagai tersangka.

Selanjutnya, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, kemudian meminta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan untuk menarik perkara itu.

Kasus dengan terlapor BS ditangani Polrestabes Medan, dan terlapor LG ditangani Ditreskrimum Polda Sumatera Utara.

Berdasarkan informasi, kasus penganiayaan itu berawal dari LG menolak memberikan uang keamanan sebesar Rp 500.000 yang diminta sekelompok pelaku hingga terjadi kekerasan.

Dan aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok pelaku itu terekam kamera, dan videonya viral di media sosial.

(hg)

Pos terkait