Kabag Penum Polri : Kasus Korban Jadi Tersangka di Medan Diambil Alih Polda Sumut

  • Whatsapp
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan,

transbisnis.com | JAKARTA – Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan penanganan perkara kasus korban jadi tersangka di Medan, diambil  alih Polda Sumatera Utara.

Diketahui, seorang perempuan bernama Liti Wari Iman Gea alias LG (37), berprofesi sebagai pedagang, yang mengalami tindak penganiayaan tapi justru ditetapkan sebagai tersangka.

Bacaan Lainnya

Saat ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, sedang melakukan gelar perkara untuk menelusuri duduk perkara dan fakta-fakta terkait penetapan tersangka itu.

“Tindak lanjutnya bapak Kapolda Sumatera Utara telah memerintahkan Kapolrestabes Medan dan Direskrimum Polda Sumatera Utara untuk menarik kasus tersebut,” ujar Ramadhan, di Mabes Polri, Senin (11/10/2021).

Dikatakan Ramadhan, kasus ini bermula ketika seseorang berinisial BS dan kawan-kawan diduga melakukan penganiayaan terhadap LG, di Pasar Gambir, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada awal September lalu.

Pasca-peristiwa itu, ternyata kedua belah pihak saling melapor ke Polsek Percut Seituan.

“Dan oleh Polsek kasus itu, dua duanya ditangani, saling lapor dan dua-duanya dinyatakan tersangka,” ungkapnya.

Kemudian lanjut Ramadhan, kasus menjadi viral setelah korban LG tidak terima atas penetapan dirinya sebagai tersangka.

Ramadhan menyampaikan, kini kasus itu telah ditarik dan ditangani Polrestabes Medan dan Ditreskrimum Polda Sumatera Utara.

“Dimana untuk kasus dengan terlapor BS, kasus itu ditarik untuk ditangani Satreskrim Polrestabes Medan, sedangkan kasus atas terlapor LG ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara,” terangnya.

Menurut Ramadhan, penyidik Ditreskrimum Polda Sumatera Utara sedang melakukan gelar perkara untuk memastikan fakta dan duduk perkara terkait penetapan tersangka terhadap LG, hari ini, di Medan.

“Hari ini sedang dilaksanakan gelar perkara di Direktorat kriminal Umum Polda Sumatera Utara, tujuannya untuk memastikan, untuk meneliti penetapan tersangka yang dilakukan oleh Polsek. Untuk memastikan duduk perkara persoalannya serta faktor-faktor penyebab kejadian tersebut. Jadi kita tunggu penanganannya ya, sampai sekarang masih dilakukan gelar perkara untuk mengetahui duduk perkara, untuk memastikan bagaimana fakta-fakta yang sebenarnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ramadhan mengungkapkan, pelaku BS telah ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya masih ditangani Polrestabes Medan.

“Sedangkan yang di Polres, BS sudah dinyatakan sebagai tersangka,” pungkasnya.

(hg)

Pos terkait