Supir Angkutan Umum Divaksin Guna PTM

  • Whatsapp
Walikota Medan Bobby Nasution saat memantau vaksinasi terhadap supir.

transbisnis.com – Supir angkutan umum di Medan menjalani vaksinasi guna keamanan pelajar manakala Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilaksanakan.Vaksinasi diadakan di Sentra Vaksinasi Rumah Sehat, Eks Taman Ria, Jalan Gatot Subroto Medan, Kamis (7/10).

Selaras dengan turunnya status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kota Medan di level 2, sejumlah aktivitas masyarakat akan dilonggarkan termasuk PTM.

Bacaan Lainnya

Dalam PTM diwajibkan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat berupa penggunaan masker , mencuci tangan , menjaga jarak, membatasi mobilitas serta menghindari kerumunan.

Hal yang dikhwatirkan dalam memulai PTM adalah aktifitas di luar gerbang sekolah khususnya berkaitan dengan angkutan umum. Supir banyak berinteraksi dengan masyarakat termasuk pelajar yang menggunakannya sebagai alat transportasi.

Dalam sehari, supir angkutan umum berinteraksi lebih dari 20 orang sehingga dikhawatirkan dapat menjadi klaster penyebaran COVID-19. Oleh sebab itu supir angkutan umum divaksinasi seluruhnya.

Sekira 30 persen dari 10 ribuan lebih supir angkutan umum sudah divaksin. Tidak seluruh supir tinggal dan memiliki KTP Kota Medan oleh sebab itu, akan dilakukan koordinasi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut dan TNI-POLRI untuk mendapatkan dosis vaksin bagi supir yang bukan merupakan warga Medan.

“ Supir sangat diperhatikan dalam vaksinasi agar PTM dapat dilaksanakan ,“ ujar Wali Kota Medan Bobby Nasution usai meninjau pelaksanaan vaksinasi tersebut.

Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis mengatakan, vaksinasi ini ditargetkan diikuti 250 orang per hari. Meski demikian, belum ada kewajiban supir dan pekerja angkutan umum ikut vaksin sebagai syarat untuk bekerja.

“Kita akan koordinasi dengan Organda untuk menghimbau para supir angkutan umum agar bersedia divaksin. Jika tidak nanti kita minta organda ikut merazia supir angkutan umum tersebut,” ujarnya sembari mengimbau protokol kesehatan (Prokes) tetap dipatuhi. *jendaingetanbangun.

Pos terkait