Oase Baru Pementasan Seni Masa Pandemi

  • Whatsapp
Tampilan seni perkolong-kolong Karo Deli Serdang dalam garapan konten PKN

Pemandangan tanpa eforia berlebihan tampak pada hajatan seniman Deli Serdang dalam mengisi konten Pekan Kebudayaan Nasional (PKN). Penerapan Prokes betul-betul mendapat atensi kalangan seniman. Mereka memakai masker atau alat pelindung wajah (face shield) sejak masa persiapan sampai naik panggung agar terhindar dari virus Corona.

Penggunaan pelindung wajah tersebut memang mendistorsi estetika, dan mengganggu pernafasan namun pada masa pandemi COVID-19, penggunaan Prokes itu dilakukan dalam rangka menjaga keselamatan dan kesehatan.

Bacaan Lainnya

Dasar-dasar estetika seni tradisional yang telah dirawat bersama sejak dahulu memang terkait juga dengan aspek estetika. Konsep wiraga, wirasa, wirama dan wirupa tampilan yang benar secara pakem. Tetapi pakem yang dimaksud tak hanya dari keterampilan teknis dan landasan filosofis penciptaannya namun juga secara visual aesthethic meliputi keindahan tata rias dan busana.

Pemandangan yang baru pada visual aesthethic memperlihatkan kesenimanan harus berkompromi dan hal itu tidak mengurangi tujuan. Misalnya, mengubah medium ruang pentas menjadi daring (online), mau tidak mau membuat seniman harus rela melakukan pengemasan akan daya artistiknya agar sesuai dengan atmosfir online.

“ Kompromi tersebut tidak mengurangi nilai estetika bahkan memunculkan pemandangan kekinian. Hebatnya lagi, momen berharga saat pandemi COVID-19 ini menunjukkan peran serta seniman dalam kampanye penerapan prokes, “ ujar Kabid Kebudayaan Disporabudpar Deli Serdang, Afri Deliansyah Nasution.

Penggarapan materi kesenian Deli Serdang dikemas untuk tayangan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN). Tiga tim seni yang dilibatkan adalah Pakpung Melayu, Perkolong-kolong Karo dan Ketoprak Dor Jawa Deli.

Sejak pagi sampai malam hari puluhan pekerja seni bekerjasama menyiapkan semua keperluan dan berseliweran di kawasan Desa Lama Kecamatan Beringin Deli Serdang. Komunikasi dengan masyarakat saat berpapasan tidak terlepas soal Prokes dan Vaksinasi.

Warga disini cukup disiplin soal Prokes dan vaksin apalagi desa mereka kemarin dikunjungi Presiden Jokowi dalam rangka vaksinasi massa. “ Vaksin dan Prokes sudah katam bagi warga disini Pak, “ ujar Dedy, pengetua desa itu.

Dalam penampilan seniman, seluruh personel tercatat sudah menerima vaksin minimal dosis 1. Sebelum naik ke panggung panitia menyiapkan handsanitizer untuk dipakai dan wajib menggunakan masker.

Kabupaten Deli Serdang menjadi kabupaten pertama di Sumatera Utara yang masuk kategori level 1 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Perolehan ini sesuai asesmen yang disampaikan Kemenkes RI per 14 September 2021.

Satgas COVID-19 Kabupaten Deli Serdang, Satgas Kecamatan, Desa, Kelurahan, para Nakes, TNI/POLRI dan seluruh elemen masyarakat memang bergotong royong memutus mata rantai penyebaran COVID – 19 dengan memasyarakatkan penerapan protokol kesehatan (Prokes) dan vaksinasi.

Berbagai faktor membuat Deli Serdang berhasil ditetapkan pada level I diantaranya Aplikasi CAD (COVID-19 Analisis Deli Serdang) serta kegiatan-kegiatan penegakan Prokes dimulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten.

Hasil asesmen dilihat dari sejumlah indikator antara lain tingkat kasus terkonfirmasi, tingkat pasien rawat rumah sakit, tingkat kematian, tingkat testing, tingkat tracing, tingkat treatment per tanggal 19 Agustus 2021 dari data grafik kasus konfirmasi Deli Serdang berada di level III yaitu 50-150 kasus, lalu menurun ke level II
pada 8 Sepetember 2021 sebanyak 20-50 kasus, menurun lagi ke level I pada 13 September 2021.

Sementara itu untuk pasien rawat inap di rumah sakit, serta kasus kematian pada 19 September 2021 Deli Serdang berada pada level II sebanyak 1-2 kematian, namun pada 13 September 2021 kasus kematian sudah dibawah 1.

Meski demikian, pantauan di lapangan masyarakat tidak bereforia yang berlebihan hingga abai dengan Prokes membuat lonjakan kasus terjadi lagi. Malam itu terjadi suatu pergerakan dan oase baru dari musibah pandemi dalam kreatifitas berkesenian. Bagi para seniman, aktifitas mereka bermuara kepada masyarakat
penonton sebagai konsumennya.

“ Sangat wajar kita ikut ambil bagian dalam mengedukasi penonton seputar Prokes dan vaksinasi pada audio dan visual kita, “ ujar Syahrial Felani, penabuh gendang Melayu dari Sanggar Tamora 88.

Hal serupa disampaikan pimpinan Sanggar Karo Deli, Drs Jenda Bangun. Anak asuhnya memang diarahkan agar selalu mengadopsi hal positif dalam tampilan berkesenian. “ Prokes dan Vaksin sudah menjadi keharusan untuk mereka jalankan dalam hidup berkesenian dewasa ini,” ujarnya di sela acara penggarapan konsen PKN tersebut. *jendaingetanbangun.

Pos terkait