Akademisi Menilai Kerja Sama Turunkan Level PPKM

  • Whatsapp
Vaksinasi massal kepada kaum ibu hamil di Medan

transbisnis.com | Akademisi dari FISIP Universitas Medan Area (UMA) Dadang Darmawan Pasaribu MSi menilai optimalisasi real time data yang dilakukan serta turunnya level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kota Medan karena langkah dan kerja keras bersama.

“Semua warga tentu mengapresiasi kerja keras yang dilakukan Wali Kota dalam menangani pandemi COVID -19 hingga akhirnya turun level, yang tadinya level 4 kini menjadi level 3,” ujar Dadang , Minggu (26/09/2021) .

Bacaan Lainnya

Menurutnya, penurunan level itu dilakukan dengan disiplin bersama dalam menerapkan testing, tracing, treatment (3T) dan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi (5M).

Masyarakat mulai dapat beraktifitas kembali seperti biasa meski dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Warga Kota Medan sangat rindu bisa beraktifitas seperti semula sehingga kondisi ekonomi sosial dan budaya dapat berjalan kembali.

“ Kita berharap vaksinasi bagi masyarakat dapat menjangkau seluruh warga. Dengan demikian, ketahanan dan imunitas semakin menguat pula,” ujarnya seraya berharap penanganan dampak ekonomi juga harus dapat ditangani dengan baik oleh Pemko Medan.

Dari hasil evaluasi sebelumnya, mewajibkan semua fasilitas kesehatan (faskes) terutama 21 laboratorium harus melaporkan data riil langsung ke Pemko Medan. Hal ini dilakukan guna percepatan pelaporan.

Sejak tanggal 22 September 2021 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan melaporkan, konfirmasi harian Covid-19 sebanyak 97 kasus. Sementara itu, jumlah suspek sebanyak 103 orang dan sembuh meningkat menjadi 143 orang. Sedangkan, positivity rate sudah berada di angka 7 %. Artinya, angka positivity rate Kota Medan hampir mendekati standart angka positivity yang ditetapkan WHO yakni 5 %.

Pantauan update data COVID-19 di Medan tanggal 26 September 2021 pukul 19.29 WIB tertera suspek 58.860 orang, konfirmasi 47.293 orang, sembuh 45.496 orang dan meninggal 910 orang.

Sedangkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jakarta mencatat penambahan kasus sembuh tertinggi di Sumatra Utara (Sumut), dan kasus positif COVID-19 terbanyak di Jawa Tengah (Jateng) pada Minggu (26/09/2021).

Penambahan kasus sembuh COVID-19 tertinggi di Sumatra Utara dengan angka 379 orang, diikuti dengan Jawa Barat (296), Jawa Timur (239), Jawa Tengah (186), dan Aceh (144).*jendaingetanbangun

Pos terkait