Optimis Raih Zona Hijau Medan Gencarkan 3T Dan 5M

  • Whatsapp
Wali Kota Medan, Bobby Nasution ( tengah) saat memimpin rapat pembahasan tindak lanjut PPKM

transbisnis.com | Warga Medan optimis dapat turun ke level 2 bahkan level 1 maupun zona hijau yang diraih saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Penurunan level itu dilakukan dengan gencar menerapkan   testing, tracing, treatment (3T) dan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi (5M).

Meskipun saat ini masih pada level 3, pembahasan tindak lanjut PPKM tersebut menjadi motivasi dalam rapat bersama pimpinan OPD, Camat dan pihak rumah sakit se – Kota Medan Jumat (24/9).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan hasil koordinasi dinas kesehatan dengan kementerian kesehatan, Kota Medan sudah bisa turun ke level 2. Namun, angka testing dan tracing belum mencapai target yang diberikan maka Kota Medan berada di level 3.

Seluruh rumah sakit di Kota Medan diajak bergandengan tangan bersama untuk gencar melakukan 3T dan melaporkan datanya kepada dinas kesehatan.

“ Keterlibatan seluruh pihak mulai dari Pemko Medan, Forkopimda, stakeholder khususnya masyarakat bersama-sama dapat menekan COVID-19.  Yang perlu ditekankan hanya 3T dan 5 M,” kata Wali Kota Medan Bobby Nasution saat ditemui usai rapat di Balai Kota.

Sejumlah 47 rumah sakit menyatakan siap dilibatkan dalam kelancaran pelaksanaan 3T   serta mengefektifkan tim kerja agar lebih memaksimalkan penanganan COVID -19 di Kota Medan.

Dijadwalkan, Senin (27/09/2021) Dinas Kesehatan Kota Medan  mengarahkan para medis ke kecamatan untuk membantu melakukan testing dan tracing.

Sebagaimana ditargetkan World Health Organization (WHO) tracing minimal dilakukan kepada 15 kontak erat dan ditargetkan level tinggi pada angka 8, karena jumlah kasus perhari tinggi diatas 500. Saat ini kasus di bawah 100, bahkan turun jadi 55 kasus sehingga Kota Medan optimis dengan melibatkan pihak rumah sakit untuk urusan tracing dan testing.

Saat ini, pintu masuk ke kota Medan sudah diperbolehkan dibuka, namun khusus yang berbatasan dengan kabupaten lain yang menuju tempat wisata dan pintu masuk dari laut dipantau lebih ketat. *jendaingetanbangun.

 

 

Pos terkait