Pasar Kamu, Jajan Dan Prokes Menjadi Keharusan

  • Whatsapp
Gerai penukaran rupiah menjadi Tempu

transbisnis.com | Pasar Sarapan Karya Anak Muda (Pasar Kamu) lokasi jajanan di Jalan Perintis, Dusun II, Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Komunitas ini membuktikan, berbisnis kuliner dapat  jalan bersama dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pemandangan ini terlihat rutin dilakukan setiap hari Minggu.

Bacaan Lainnya

Lahan seluas satu hektar itu dipajangkan jajanan gatot, tiwul, dodol, grontol, apem gula merah lontong sayur, apem, wedang jahe, kolak pulut durian, kue rasida, kue dangai, kue kekaras, kue lempeng torak, kue pulut panggang dan kue makmur.

Pasar Kamu didesain selayaknya pasar rakyat tradisional yang menjajakan penganan tempo doeloe dengan dominasi selera Jawa dan Melayu, sesuai mayoritas suku yang tinggal di Kampong Lama, nama lain Desa Denai Lama.

Pedagang sarapan menyiapkan kulinernya

Pengelola Pasar Kamu, Dedy Sofyan mengatakan sejak 9 Agustus 2020 aktifitas pedagang penganan diwajibkan menyesuaikan kegiatan dengan arahan dan pembinaan pemerintah setempat.

“ Apalagi saat pandemi COVID -19, protokol kesehatan menjadi keharusan untuk diterapkan disini. Baik kepada kami sebagai pengelola serta pengunjung, “ ujar pria berkopiah ini.

Pantauan di lapangan, tampak di lokasi tertentu disediakan fasilitas cuci tangan dan sabun cuci , plank peringatan untuk menjaga jarak serta masker yang disediakan secara gratis.

Pasar Kamu  diprakarsai oleh Kawan Lama Area pimpinan Dedy bersama Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Deli Serdang. Anak-anak muda menjadi motor penggerak sentra sarapan berbasis pelestarian makanan tradisional sebagai bagian dari kuliner Nusantara.

Dominan menu berasal dari kuliner khas Jawa dan Melayu walau sesekali disediakan juga hidangan khas Batak, Aceh, Tionghoa, dan daerah lain. Terdapat 220 menu, baik minuman dan makanan yang dijual 152 pedagang.

Uniknya, Pasar Kamu tidak menggunakan uang rupiah untuk bertransaksi. Pengelola menggunakan alat tukar bernama tempu, yakni potongan tempurung kelapa berukir dan dibentuk menyerupai koin setara Rp 2.000.

Para pengunjung harus menukarkan dulu uang rupiah di gerai pembayaran. Harga makanan dan minuman antara dua tempu atau Rp 4.000 dan lima tempu setara Rp 10 ribu.

Bagian lain dari Pasar Kami disuguhkan pentas seni tradisional  gamelan dan gambus, serta permainan tradisional egrang dan congkak.* jendaingetanbangun

Pos terkait