Kerugian mencapai Rp2 M, PT Barokah Demo Pelindo I

  • Whatsapp
PT Barokah Group demo PT Pelindo Cabang Belawan, pada Rabu (21/9/2021) lalu. ( Foto : Dok )

transbisnis.com | BELAWAN – Merasa mengalami kerugian mencapai Rp2 Miliar, akibat kebijakan yang tak jelas, PT Barokah demo Kantor PT Pelindo I Cabang Belawan, Rabu (21/9/2021).

Aksi demo yang dilakukan PT Barokah terkait tidak diperbolehkannya kapal miliknya bersadar di Dermaga Pelabuhan Belawan, oleh pihak PT Pelindo tanpa alasan yang tak jelas.

Bacaan Lainnya

Alhasil, PT Barokah yang bergerak bergerak dibidang Shipping Lines, Eksportir, Importir, Trucking, EMKL, Stevedoring Company, Freight Forwarding serta sebagai pencarter kapal TB. DRAKO ENTERPRISE dan BG DRAKO 230, mengalami kerugian mencapai Rp2 Miliar.

Menurut keterangan Rudy, PT Barokah sebelumnya sudah konfirmasi kepada pihak OP (Otoritas Pelabuhan) yang sifatnya tidak boleh melakukan kegiatan.

Akan tetapi lanjut Rudi mekanisme dilapangan disistem disetujui oleh OP namun kenyataannya realisasinya berbeda.

“Jadi ini jelas ulah Pelindo,” tegas Rudy.

Pantauan wartawan dilapangan, dalam aksi demo itu melalui Komisaris Perusahaan Bongkar Muat (PBM) mereka menuntut agar GM Pelindo I Cabang Belawan dicopot.

“Copot Kepala Otoritas Pelabuhan. Kantor Pelindo Cabang Belawan sampah, kotoran, tidak punya perikemanusiaan. Kalian pikirkan kapal yang sudah dua hari tidak bisa menyadar dilampu satu, kami sudah rugi sebanyak 2 Miliar. Pikirkan nyawa mereka, ingat hukum akhirat kalian,” teriak Rudi dengan nada tinggi.

Sementara itu, terkait aksi demo perusahaan bongkar muat tersebut, pihak Pelindo I melalui Manager Umum Khairul Aulya, langsung mengadakan konferensi press di ruangan rapat Bandar Deli.

Dalam paparannya dihadapan wartawan, Aulya mengatakan secara prinsip Pelindo tetap melayani siapa pun pengguna jasa yang mau menggunakan sarana dan prasarana Pelindo yang ada. Tetapi tentu harus memenuhi ketentuan prosedur yang ada.

Sedangkan sambung Aulya, terkait permasalahan yang terjadi, permohonan yang diajukan PT Barokah ke Pelindo adalah kegiatan bongkar muat loading peti kemas barang ekspor.

Namun saat ini Pelabuhan Belawan sudah tidak lagi melayani bongkar muat peti kemas karena sudah ada dermaga terminal peti kemas.

“Jadi Pelabuhan Belawan saat ini fokus melayani sandar kapal barang non peti kemas diantaranya curah cair, curah kering. Sedangkan permohonan yang diajukan penyandaran kapal di dermaga 114 Ujung Baru Belawan,” ujarnya.

Sebagaimana ketahui dermaga 114 merupakan dermaga sistem conveyor. Sehingga di khawatir bila kapal tongkang itu dilayani sandar di dermaga tersebut maka akan dapat merusak sistem kerja yang ada apalagi kegiatan tersebut merupakan ekspor.

“Jadi kita sarankan pengajuan kegiatan barang tersebut di terminal fase 1 terminal peti kemas (TPK Gabion) atau di Terminal peti kemas Kuala Tanjung,” pungkas Aulya.

(ril/dn)

Pos terkait