Wow! Royal Prima Bakal Buyback Saham Senilai Rp10 Miliar

  • Whatsapp
Ilustrasi : Indeks pergerakan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta.

transbisnis.com | JAKARTA – PT Royal Prima Tbk (PRIM), berencana akan melakukan pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp10 miliar pada periode 22 September hingga 22 Desember 2021 mendatang.

Manajemen PT Royal Prima dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/9/2021), menjelaskan, buyback dilakukan perseroan sejalan kondisi harga saham perseroan yang sedang berfluktuatif.

Bacaan Lainnya

Saham yang akan dibeli kembali menurutnya tidak melebihi 20% dari modal disetor, serta dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar 7,5% dari modal disetor dalam perseroan.

“Pelaksanaan rencana transaksi pembelian kembali saham juga akan dilaksanakan berdasarkan pertimbangan dari direksi,” jelas manajemen.

Saat ini, dana buyback berasal dari kas telah dicadangkan, sehingga tidak mengganggu pendapatan perseroan.

“Dengan asumsi perseroan menggunakan kas internal maksimum Rp10 miliar, maka aset dan ekuitas akan menurun dalam jumlah yang sama ditambah biaya transaksi pembelian kembali saham,” ujarnya.

Perseroan berencana menyimpan saham yang telah dibeli kembali sebagai treasury stock dengan jangka waktu tidak lebih 3 tahun sejak berakhirnya pembelian kembali saham.

Hingga semester pertama 2021, Royal Prima berhasil membukukan pendapatan Rp 283,23 miliar naik 241,90% dari Rp 82,84 miliar. Laba bersih turut melesat menjadi Rp 63,14 miliar dari sebelumnya hanya Rp 2,28 miliar.

Pertumbuhan pendapatan tersebut disumbang meningkatnya segmen pendapatan rawat inap dari Kemkes yakni Rp 168,77 miliar dan rawat jalan Rp 495,35 juta.

Sementara pada tahun 2020, segmen ini tidak nenyumbang pendapatan. Sedangkan segmen rawat inap dan rawat jalan dari BPJS, tercatat sebanyak Rp 24,73 miliar dan 4,97 miliar.

Pendapatan perseroan, dipertebal dengan segmen rawat inap non-BPJS yang bertumbuh 150,73% menjadi Rp 22,19 miliar, fasilitas rumah sakit Rp 11,52 miliar, naik 189,45%, Jasa dokter, perawat dan kamar rawat inap masing-masing berkontribusi sebanyak Rp 6 miliar dan 7,96 miliar.

Kemudian, kamar operasi Rp 398,88 miliar dan lain-lain Rp 1,42 miliar. Sehingga total kontribusi dari segmen ini berjumlah Rp 49,51 miliar, naik signifikan dari Rp 26,52 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Adapun total aset berjumlah Rp 1,13 triliun yang terdiri atas aset lancar Rp 414,83 miliar dan aset tidak lancar Rp 718,37 miliar.

Sedangkan total liabilitas pada akhir Juni 2021 sebesar Rp 180,39 miliar, meningkat 195,96% dari Rp 60,95 miliar di akhir Desember 2020.

Pos terkait