IHSG Melemah 0,74% di Perdagangan Sesi I

  • Whatsapp
Analis Pasar | IHSG Berpotensi Terkoreksi di November 2020
Analis Pasar | IHSG Berpotensi Terkoreksi di November 2020

transbisnis.com | Jakarta – Sejak awal perdagangan hingga akhir sesi I hari ini. Selasa (21/9) pukul 11.30 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berada di zona merah.

IHSG melemah 0,74% atau 44,93 poin ke 6.031,38 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bacaan Lainnya

Delapan indeks sektoral menyeret IHSG ke zona merah.

Sektor perindustrian turun paling dalam, yakni hingga 1,50%.

Sektor keuangan tergerus 1,22%. Sektor barang baku melemah 0,74%. Sektor energi terkoreksi 0,50%.

Sektor infrastruktur turun 0,48%. Sektor barang konsumsi primer melemah 0,31%.

Sektor kesehatan turun 0,29% dan sektor teknologi turun 0,12%.

Masih ada tiga sektor yang menguat hingga akhir sesi I.

Sektor transportasi dan logistik naik 0,74%. Sektor barang konsumsi non primer menguat 0,31%.

Sektor properti dan real estat naik tipis 0,04%.

Total volume transaksi bursa mencapai 14,64 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 6,20 triliun.

Sebanyak 324 saham turun harga. Ada 165 saham yang menguat dan 157 saham flat.

Top gainers LQ45 hingga siang ini adalah:

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) 2,89%
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) 1,94%
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) 1,54%
Top losers LQ45 terdiri dari:

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) -2,58%
PT Astra International Tbk (ASII) -2,36%
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) -2,08%.

Investor asing mencatat net sell Rp 94,88 miliar di seluruh pasar.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 204,6 miliar.

PT Astra International Tbk (ASII) Rp 33,3 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 31,7 miliar.

Saham-saham dengan net buy atawa pembelian bersih terbesar asing adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 228,3 miliar.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 62,6 miliar, dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 19,8 miliar.

Pos terkait