Dosen USU Implementasikan Pembuatan Kompos dari Daun Kering di SMAN 01 Bangun Purba

  • Whatsapp

MEDAN – Sekolah Menengah Atas Negeri 01 Bangun Purba merupakan salah satu sekolah yang berada di Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara,. yang memiliki luas wilayah berkisar 2.05 hektar (20512 m2).

Banyaknya area hijau di lingkungan sekolah, menjadikan SMAN 01 Bangun Purba menjadi tempat yang sangat nyaman dalam proses pembelajaran. Namun demikian masalah sampah daun juga muncul seiring dengan banyaknya pepohonan di lingkunga tersebut.

Untuk mengatasi masalah di atas, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Sumatera Utara mengimplementasikan ilmu pengolahan sampah daun-daun kering untuk diolah menjadi pupuk kompos dengan proses fermentasi. Dalam hal ini, selain bantuan transfer ilmu pengolahan sampah daun kering menjadi kompos, tim PkM USU juga memberikan bantuan berupa pembuatan rumah kompos dengan ukuran 3 x 4 m (permanan beton), timbangan digital, termometer tanah, dan bahan-bahan aktivator untuk pembuatan kompos, yaitu EM4, pupuk kandang dan molases.

Tim pengabdian diketuai oleh Dr Susilawati, MSi, yang merupakan dosen prodi Fisika F-MIPA USU dan dilaksanakan pada 28 Agustus 2021 di SMAN 01 Bangun Purba. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala sekolah, para guru, dan siswa/i SMAN 01 Bangun Purba.

“Potensi SMAN 01 Bangun Purba untuk menghasilkan kompos sangat besar, mengingat sampah daun yang dihasilkan sangat besar untuk setiap harinya, sekitar ± 50 kg per hari. Namun, sekolah tidak memanfaatkan sampah daun ini dikarenakan tidak mengetahui cara mengelola sampah daun tersebut. Sampah daun hanya disapu dan dibuang di tempat pembuangan sampah sekolah kemudian dibakar, yang sebenarnya dapat menimbulkan pencemaran lingkungan,” ujar Dr.Susilawati, M.Si.
Menurut Dr Susilawati, dari hasil diskusi dengan kepala sekolah, program ini merupakan program yang sudah lama dinantikan oleh pihak SMAN 01 Bangun Purba, karena pihak sekolah memang sudah membeli mesin pencacah.

Namun mereka memang belum mengetahui secara teknis cara pembuatan komposnya dan belum memiliki rumah untuk pembuatan komposnya.

Selain Dr Susilawati, kegiatan pengabdian ini juga diikuti oleh anggota pengabdian lainnya, yaitu Siti Utari Rahayu, MSc, Faturrahman, MSi, Ilfa Husna Pulungan, MSi, yang merupakan dosen dan laboran dari USU.

Dekson, SPd, selaku Kepala Sekolah SMAN 01 Bangun Purba mengatakan, transfer ilmu pengolahan kompos memang sangat dibutuhkan oleh SMAN 01 Bangun Purba, agar dapat memberdayakan limbah daun kering yang ada di SMAN 01 Bangun Purba.

“Kami memang sudah memiliki ide untuk mengolah daun sampah kering ini dan mesin pencacah juga sudah kami beli. Namun kami memang belum mengetahui cara membuat kompos dari sampah daun kering dengan baik dan butuh bantuan untuk membangun rumah komposnya, sehingga kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang diadakan USU ini menjadi hal yang sangat bermanfaat bagi kami. Di kemudian hari, kami juga berencana untuk membuat Bank Sampah jika Program Rumah Kompos ini sudah berlangsung dengan baik,” ungkap Pak Dedi.

Para guru dan siswa/i terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan PkM ini. Mereka turut aktif dalam membantu membuat kompos dari sampah daun kering. Kegiatan diakhiri dengan acara serah terima peralatan dan bahan-bahan pembuatan kompos kepada Kepala Sekolah SMAN 01 Bangun Purba. (RJ)

Pos terkait