Dosen USU Fasilitasi Pembuatan Taman Wisata Edukasi Pertanian, Peternakan dan Perikanan di Desa Batu Malenggang 

  • Whatsapp

MEDAN –  Prospek agribisnis ternak ruminansia (sapi, kambing, domba, dan kerbau) merupakan salah satu bisnis yang sangat menjanjikan, baik dilihat dari segi teknis, ekonomis dan sosial. Dari segi teknis, usaha ternak ruminansia sudah cukup berkembang dan mudah menyesuaikan dengan lingkungan.

Dari segi ekonomis memiliki pangsa pasar cukup besar, baik untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri maupun untuk ekspor.

Dari segi sosial, ternak sapi, kambing dan domba sudah memasyarakat di kalangan peternak dan dagingnya digemari masyarakat.

Desa Batu Melenggang memiliki potensi pertanian dan peternakan yang cukup besar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu kegiatan ekonomi masyarakat di Desa Batu Melenggang ini adalah bertani dan beternak, khususnya peternakan sapi dan kambing.

Para peternak menggunakan sistem perkandangan dan sistem diumbaran (angonan). Jumlah peternak dan petani yang cukup banyak, membuat mereka berinisiatif untuk membentuk kelompok yang mereka namakan “Kelompok Tani Berkat Tani” pada tahun 2017.

Tujuan pembentukan kelompok ini adalah agar bisa lebih aktif berkembang di bidang pertanian dan peternakan sapi, serta dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian kelompok juga masyarakat sekitar.

Awal dibentuk pada tanggal 21 Agustus 2017, kelompok ini termasuk kelompok tani kelas pemula dengan nomor sertifikat pengukuhan 470-22/BM/II/2018.

Tetapi pada awal Februari 2021, kelompok tani ini sudah meningkat menjadi kelas lanjutan berdasarkan sertifikat yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian, dengan nomor sertifikat 662/DISTAN PANGAN/KPP-II/2021.

Saat ini jumlah anggota dari kelompok Tani “Berkat Tani” ada 19 orang dengan tingkat pendidikan anggota kelompok mayoritas adalah SMA (8 orang), SMP (5 orang), SD (3 orang), D3 (1 orang) dan S1 (2 orang).

Aktivitas yang dilakukan oleh kelompok tani antara lain melakukan pertemuan rutin kelompok dan pertemuan dengan penyuluh setiap bulannya.

Kelompok Tani Berkat Tani juga telah menerima bantuan dari pemerintah berupa 15 ekor kambing pada tahun 2018.

Bantuan tersebut terus berkembang dan saat ini keuntungan yang diperoleh dari perkembangan ternak kambing sudah dijadikan modal untuk membuat pabrik konsentrat mini.

Saung tempat berkumpulnya anggota mengadakan rapat bulanan, meskipun hanya berupa gubuk sederhana, saat ini juga sudah dilengkapi dengan kolam ikan, dan budidaya tanaman cabai.

Berdasarkan hasil diskusi anggota kelompok tani pada beberapa pertemuan rutin kelompok, maka mereka ingin mengembangkan lahan kosong di sekitar saung kelompok tani menjadi taman wisata edukasi.

Hal ini dilatarbelakangi kondisi di mana banyak anak-anak usia sekolah di wilayah Desa Batu Melenggang maupun di wilayah lain, yang lebih banyak berinteraksi dengan gawai (gadget) ketika sudah pulang sekolah. Di samping itu, anak-anak yang masih usia dini (3-5 tahun) juga sudah menggunakan gawai sebagai alat permainan.

Berdasarkan hal tersebut, maka Lembaga Pengabdian pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara melalui program pengabdian pada masyarakat Non PNBP tahun 2020 skema Mono Tahun Reguler yang diketuai oleh Prof Dr Ir Elisa Julianti, MSi, bersama dengan Prof Dr Ir. Zulkifli Lubis, MApp.Sc, yang merupakan dosen di Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, serta Dr Nevy Diana Hanafi, SPt, MSi, dari Program Studi Peternakan dan Dr Nini Rahmawati, SP, MSi, dari Program Studi Agroteknologi telah mengadakan kegiatan yang berjudul “Pembuatan Taman Wisata Edukasi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan di Desa Batu Melenggang Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat”.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diwujudkan dalam beberapa bentuk kegiatan, antara lain pemanfaatan lahan kosong, kolam ikan dan kebun sayuran yang ada di sekitar saung, sebagai lokasi untuk taman wisata edukasi yang ditujukan kepada anak-anak usia dini hingga remaja.

Pada kegiatan ini diberi bantuan berupa pembangunan taman, saung tempat duduk bagi anak-anak yang akan melakukan kunjungan, serta rumah kasa untuk lahan penanaman sayuran, pelatihan penanaman sayuran secara vertikultur, pemberian benih sayuran dan fasilitas rak untuk budidaya vertikultur, serta pelatihan pembuatan pakan konsentrat untuk ternak sapi. Kegiatan berlangsung sejak Juli hingga September 2021.

Kelompok Tani Berkat Tani merasakan banyak sekali manfaat yang mereka peroleh melalui kegiatan tersebut. Selain telah dibangunnya areal Taman Wisata Edukasi Pertanian dan Peternakan, mereka juga memproleh ilmu tentang bagaimana membuat pakan konsentrat dengan memanfaatkan limbah pertanian yang ada di sekitar mereka, serta meningkatkan pendapatan keluarga melalui budidaya sayuran secara vertikultur.

Pakan konsentrat ini telah mereka produksi dan gunakan untuk pakan bagi ternak sapi yang dimiliki anggota kelompok tani dan sebagian dijual kepada peternak di luar kelompok tani.(RJ)

Pos terkait