Medan “Cuci Udara” Mencegah Penyebaran COVID-19

  • Whatsapp
Wali Kota Medan Bobby Nasution melepas armada eco enzym menuju 12 kecamatan di Medan.

transbisnis.com | Pemko Medan melakukan gerakan “cuci udara”, Minggu (12/09/2021) dengan menyemprotkan eco enzyme di 12 kecamatan. Penyemprotan ini guna mencegah penyebaran virus COVID-19.

Tampak Wali Kota Medan, Bobby Nasution melepas armada eco enzyme disaksikan petugas kebersihan dan komunitas masyarakat di Komplek Asia Mega Mas.

Bacaan Lainnya

Masyarakat dilibatkan dalam setiap gerakan agar tertib dalam mematuhi penerapan protokol kesehatan (Prokes) saat  pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Penyemprotan eco enzym mendapat perhatian warga. Cairan yang diluncurkan ke udara berbeda dengan disinfektan berbahan kimia yang dilakukan sebelumnya. Sejumlah warga gembira sembari menyebutkan semprotan eco enzym itu sebagai tindakan “cuci udara”

Eco Enzyme                      

Eco Enzyme ini pertama kali diperkenalkan Dr. Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Eco enzyme atau garbage enzyme dibuat sebagai cairan serbaguna. (Sumber: Lea Wee dari straittimes.com)

Manfaat eco enzyme sebagai disinfektan disebabkan kandungan alkohol dan/atau asam asetat yang terdapat dalam cairan tersebut.  Proses metabolisme anaerobik, atau disebut juga fermentasi, merupakan upaya bakteri untuk memperoleh energi dari karbohidrat dalam kondisi anaerobik (tanpa oksigen) dan dengan produk sampingan (byproduct) berupa alkohol atau asam asetat (tergantung jenis mikroorganisme). Kedua zat tersebut memiliki khasiat disinfektan.

Terlihat Hasilnya

Praktisi kesehatan Sumatera Utara, dr David Luther Lubis, SKM, MKed (OG), SpOG (K) Urogin, menyebut penanggulangan COVID-19 mulai terlihat hasilnya di Kota Medan.

Manajemen penanganan COVID-19 yang dilakukan Wali Kota Medan sudah baik, dan terlihat hasilnya. Kerja beliau cukup bagus menurut saya,” kata David di Medan, usai memantau kegiatan Pemko Medan dalam pencegahan COVID-19.

Kegiatan tracing atau pelacakan dan testing hingga ribuan orang per hari merupakan langkah serius menekan laju COVID-19. Bagi warga  yang terinfeksi COVID-19 gejala ringan langsung dibawa ke isolasi terpusat dan gejala berat ke rumah sakit runjukan agar ditangani sampai sembuh.

Laporan Satgas COVID-19 Kota Medan, Minggu ini menyebut, kasus konfirmasi COVID-19 tercatat 45.836 orang atau naik 177 orang dibanding kemarin yang terdiri dari 42.938 sembuh, 2.012 dirawat dan 886 meninggal.

Kita juga mendukung PPKM dan pembatasan mobilitas masyarakat yang berdampak penurunan kasus. Masyarakat harus ikuti arahan pemerintah demi kebaikan bersama dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta mengurangi mobilitas,  ujar David.* jendaingetanbangun

 

 

 

 

Pos terkait