Pemanfaatan Limbah Feses Sapi Pada Pembuatan Bokashi untuk Tingkatan  Holtikultura di Desa Manuk Mulia

  • Whatsapp

transbisnis.com | Karo – Desa Manuk Mulia merupakan salah satu desa yang terletak Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Komoditas pertanian berupa tanaman holtikultura diantaranya kubis, wortel, kentang, bawang dan lobak.

Selain produk holtikultura, usaha peternakan juga berkembang sangat pesat terutama sapi.

Dengan potensi peternakan dan pertanian yang ada, sebagian penduduk di Desa Manuk Mulia bermata pencaharian sebagai petani dan peternak.

Gabungan kelompok tani ternak “Berkah Mulia” merupakan kelompok tani ternak yang sedang berkembang di Desa Manuk Mulia. Sebagian anggotanya bertani tanaman holtikultura dan peternakan yaitu beternak sapi.

Namun, peternakan yang berkembang pesat menyisakan beberapa permasalahan diantaranya pencemaran limbah lingkungan berupa kotoran ternak yang berpengaruh langsung terhadap kualitas lingkungan.

Kelompok Tani “Berkah Mulia” memiliki berbagai permasalahan diantaranya peternakan yang berkembang pesat menyisakan limbah peternakan yang mencemari lingkungan yaitu kotoran ternak sehingga menyebabkan pencemaran bau dan lalat serta menyebabkan ternak dan peternaknya pada kondisi lingkungan yang tidak sehat.

Selain hal tersebut pasokan pupuk kimia yang kurang stabil dan harga yang cukup mahal merupakan permasalahan yang cukup sulit diselesaikan.

Pembuatan kompos biasa memerlukan waktu yang cukup lama dan kelompok tani Berkah Mulia belum mengetahui cara pembuatan Bokashi yang memerlukan waktu lebih singkat.

Solusi permasalahan dari uraian diatas adalah pemanfaatan feses ternak sapi menjadi Bokashi yang dapat memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebih sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman holtikultura.

Tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara memberikan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan kepada petani dan peternak kelompok tani Berkah Mulia.

Sebagai ketua Tim Pengabdian yaitu Peni Patriani, S.Pt, MP memberikan penyuluhan materi bokashi yang dibantu oleh anggota yaitu Uswatun Hasanah, S.Pt, M.Si. Praktik pembuatan bokashi dipandu oleh Sigit Sepriadi, S.Pt dan dibantu oleh mahasiswa pelaksana pengabdian masyarakat yaitu Sri mulyani capah, Syahfitri, Syahnidah Kasea Mokita A, Putri Silviana S, Annisa Luthfiyah F, M. Ramadhan, Gery Suryadi dan Dayana Faradila H. Ketua kelompok tani Berkah Mulia yaitu Porton Tarigan dan anggota kelompok tani.

Yang terdiri dari 12 orang menyatakan sangat terbantu dengan diadakanya pelatihan pembuatan Bokashi dari kotoran ternak karena dapat mengurangi biaya pemupukan, mengurangi pencemaran lingkungan dan prosesnya yang mudah dan cepat yaitu 7 hari pembuatan bokashi dibandingkan dengan pupuk kandang yaitu antara 30 sampai dengan 50 hari.

Bokashi sendiri merupakan pupuk kompos yang dihasilkan dari proses fermentasi atau peragian bahan organik dengan teknologi EM4 dengan proses antara 7 sampai 10 hari.

Dengan transver ilmu pengetahuan dari Tim Pengabdian para petani merasakan manfaat teritama Ketika diaplikasikan pada lahan tanaman organik.

Pengabdian Masyarakat ini sesuai dengan Surat Perjanjian Penugasan Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Skim Kemitraan Mono Tahun Dosen Muda Sumber Dana Non PNBP USU T.A.2021, Nomor : 185/UN5.2.3.2.1/PPM/2021.
Tim pengabdian memiliki target yaitu 1) petani dapat meningkatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam memanfaatan limbah kotoran ternak sapi menjadi Bokashi sehingga mengurangi pencemaran lingkungan; 2) Peningkatan keterampilan peternak dalam membuat Bokashi dan mengaplikasikan pada lahan tanaman holtikultura; 3) Peningkatan kualitas sumber daya tanah baik dari segi fisik, kimia maupun mikrobiologis; 4) Peningkatan produktivitas tanaman holtikultura menggunakan Bokashi yang mudah dibuat dibandingkan pupuk anorganik yang cukup mahal; 5) Mengurangi pencemaran lingkungan
Tim pengabdian juga memberikan brosur pembuatan bokashi untuk menarik peternak, bimbingan dan pendampingan pembuatan bokashi.

Aplikasi penggunaan bokashi sehingga mengurangi biaya dalam pemupukan tanaman serta memberikan paket peralatan penunjang pelatihan berupa peralatan pertanian dan mini tiller. dalam aplikasi Bokashi pada lahan tanaman holtikultura.

Pos terkait