Dosen USU Mengabdi “Pembuatan Pupuk Cair Organik”

  • Whatsapp

transbisnis.com | Medan – Seorang dosen memiliki kewajiban menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, serta Pengabdian kepada Masayarakat.

Berdasarkan kewajiban tersebut maka Dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara yang terdiri dari M. Zulham Efendi Sinaga, M.Si., Dr. Sovia Lenny, M.Si., Dr. Andriayani, M.Si.,

Dan Suharman, M.Sc di bawah naungan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU).

Melaksanakan kegiatan pengabdian di desa ujung sampun, Kabupaten Karo melalui skim Pengabdian Mono Tahun Reguler.

Tema Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah Pembuatan Pupuk Cair Organik.

Desa ujung Sampun dipilih menjadi tempat pengabdian karena di desa tersebut terdapat lahan pertanian seperti kebun jeruk, kebun kentang, kubis dan lain-lain yang limbahnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan pupuk cair.

Selain limbah dari kebun, limbah rumah tangga juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk cair sehingga pengabdian yang dilakukan dapat dilakukan oleh mitra kelompok tani maupun ibu rumah tangga secara mandiri.

Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu tahap pembuatan komposter, tahap pembuatan pupuk cair organik, dan tahap pengaplikasian ke tanaman.

Komposter yang digunakan dalam pengabdian ini dibuat secara sederhana dengan memanfaatkan ember maupun tong yang mudah diperoleh oleh mitra kelompok tani lalu dirangkai sedemikian rupa sehingga dihasilkan suatu komposter.

Proses pembuatan pupuk cair organik dapat dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu tahap pencacahan bahan baku limbah rumah tangga atau limbah pertanian dan tahap fermentasi.

Pada tahap fermentasi tim memanfaatkan mikroorganisme dari EM4 dengan penambahan molase sebagai nutrisinya sehingga mikroorganisme dalam EM4 dapat mengubah limbah organik menjadi pupuk cair.

Pada tahap pembuatan pupuk cair ada Beberapa pertanyaan yang ditanyakan dalam kegiatan tersebut salah satunya seperti yang ditanyakan oleh ketua kelompok tani Leo Napolisa Ginting yang menanyakan tentang “berapa lama proses fermentasi yang dilakukan sampai dihasilkan pupuk cair organik?”

Lalu “apakah molase dapat digantikan dengan bahan lain?” pertanyaan dari mitra kelompok tani tersebut dapat dijelaskan dengan baik oleh tim pengabdian dan dapat diterima oleh mitra.

Berdasarkan dari beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh mitra menunjukkan bahwa mitra antusias terhadap kegiatan pengabdian ini dan secara langsung menunjukkan bahwa diskusi yang dilakukan berjalan secara 2 arah.

Pada kegiatan pengabdian ini juga, tim memberikan beberapa peralatan pertanian yang dibutuhkan oleh mitra diantaranya adalah alat komposter, alat semprot berbagai ukuran (15 L, 5 L, dan 2 L) yang dapat digunakan oleh mitra selama proses pengaplikasian pupuk cair organik yang dihasilkan.

Pos terkait