Kenapa Pengemudi Berpelat Polri Itu Tidak Ditahan? Begini Kata Polisi

  • Whatsapp
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo mengatakan AS tidak ditahan lantaran kooperatif saat menjalani pemeriksaan dan ancaman hukumannya di bawah lima tahun. Selain itu, setelah dilakukan tes urine, AS dinyatakan negatif mengonsumsi alkohol dan narkotika.

transbisnis.com | JAKARTA – Pihak kepolisian mengatakan tidak menahan AS, pengemudi Fortuner berpelat dinas Polri dikarena kooperatif saat menjalani pemeriksaan dan acaman hukumannya di bawah 5 tahun.

“AS tidak ditahan lantaran kooperatif saat menjalani pemeriksaan dan ancaman hukumannya di bawah lima tahun. Selain itu, setelah dilakukan tes urine, AS dinyatakan negatif mengonsumsi alkohol dan narkotika,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo, Minggu (22/8/2021).

Bacaan Lainnya

Sambodo mengungkap kan, AS bukan anggota Polri. AS, hanya bekerja sebagai sopir dari anggota Polri pemilik Fortuner dengan nomor dinas Polri 3488-07.

“Pemiliknya anggota Polri aktif, namun ketika yang bersangkutan akan keluar malam, pelat nomor kemudian diganti dengan pelat nomor dinas ini yang dia temukan di garasi tanpa sepengetahuan atau seizin pemilik,” ungkapnya.

Sambodo juga memaparkan, pelat nomor dinas Polri itu asli, namun sudah tidak diperpanjang dan tidak digunakan lagi oleh pemilik kendaraan.

“Pelat asli dari pihak kepolisian. Namun pelat ini sudah tidak diperpanjang. Artinya sudah tidak boleh lagi digunakan dan yang bersangkutan tidak berhak atau tanpa hak menggunakan pelat nomor kendaraan dinas ini. Jadi pengakuannya yang bersangkutan secara diam-diam, tanpa seizin pemilik kendaraan, mengambil pelat nomor dari gudang kemudian memasangkan di kendaraan tersebut. Kemudian dipakai keluar malam, sekitar setengah dua (01.30 WIB) dengan alasan untuk mencari makan,” bebernya.

Soal apa motif AS menggunakan pelat nomor dinas Polri. Dari hasil pemeriksaan sementara, AS takut sama petugas dan supaya aman. Namun, begitu saat ini polisi masih menggali apakah ada motif lainnya.

“Menurut pengakuan awal dari yang bersangkutan, dia sendiri (mengendarai mobil). Tapi tentu akan kami dalami lagi dengan mencari CCTV, termasuk juga keterangan saksi. Ini kan baru dua hari kejadian, tentu kami dalami lagi,” jelasnya.

Sedangkan terkait alasan AS melawan arus, hingga menabrak dua mobil, dan kemudian melarikan diri, di Jalan Panjang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan sampai Jalan Pos Pengumben, Jakarta Barat, pada Jumat (20/8/2021) dini hari, Sambodo menuturkan, menurut keterangan pelaku tidak tahu jalan.

“Melawan arah karena yang pertama, dia tidak tahu jalan. Awalnya mengikuti google maps tetapi kemudian salah, kemudian mengikuti sepeda motor yang di depannya. Jadi sepeda motor di depannya melawan arah, dia ikut sehingga kemudian dia melawan arah,” katanya.

Sambodo menjelaskan, setelah kejadian itu, AS kembali ke rumah majikannya dan mengaku kalau kendaraannya ditabrak kendaraan lain di Rawamangun, Jakarta Timur. Kemudian, pemilik mobil memintanya untuk diperbaiki.

“Karena yang bersangkutan, driver-nya orang Serang, kemudian mobil itu dibawa ke bengkel di Serang. Sehingga tadi pagi mobil itu dijemput oleh penyidik dari Serang, kemudian diamankan, dibawa ke Polres Jakarta Selatan,” terangnya.

Saat video terkait kecelakaan ini viral, pemilik kendaraan kemudian berkoordinasi dengan penyidik selanjutnya dibawa ke Polres Jakarta Selatan.

“Untuk tersangka saat ini sudah kita amankan, dan kasus ini ditangani oleh Unit Satlantas Polres Jakarta Selatan,” katanya.

(pry)

Pos terkait