Isolasi Terapung COVID – 19 Sukses Lima Hari Sembuh  

  • Whatsapp
KM Bukit Raya.

transbisnis.com | Isolasi terpusat (Isoter) pasien COVID -19 Pemko Medan yang ada di gedung P4TK dan Eks Hotel Soechi kini didukung kapal mesin (KM) Bukit Raya. Keberhasilan isolasi menggunakan kapal cukup sukses mengurangi pasien yang terpapar. Dalam tempo lima hari saja, sekira 50 pasien langsung dapat sembuh. Ini pernyataan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi  di Pelabuhan Belawan Medan, Sabtu (21/8)

Udara terbuka yang mengandung klorin di kawasan pantai diprediksi sangat mendukung dan berhasil menstilmulus serta mempercepat kesembuhan pasien COVID-19, ujar Budi Karya Sumadi.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari www.alodokter.com, bahwa fungsi utama klorin memang sangat ampuh menghambat pertumbuhan serta membasmi bakteri dan berbagai jenis mikroba/virus. Itu sebabnya, klorin sering digunakan sebagai penjernih air minum , kolam renang dan bahan aktif dalam produk pembersih rumah tangga

Isoter terapung KM Bukit Raya dilayani sejumlah 50 tenaga kesehatan (nakes). Setiap 100 pasien akan dirawat oleh 4 dokter dan 8 perawat yang dikoordinir oleh Dinas Kesehatan (Dinas Kesehatan) Medan dan RS Pirngadi Medan.

Data general COVID-19 di Medan

Pasien COVID-19 yang diproyeksikan masuk ke KM Bukit Raya adalah dengan gejala ringan atau sama sekali tidak bergejala. Ada 462 bed yang bisa dimanfaatkan warga Medan untuk mempercepat pemulihan termasuk golongan rentan seperti lansia dan ibu hamil. Saat ini tercatat sudah ada 11 pasien COVID-19 yang menjalani isolasi di tempat isoter terapung tersebut.

KM Bukit Raya sebelumnya melayani rute penyeberangan dari Kalimantan ke kawasan pulau-pulau terpencil di Kepulauan Riau hingga ke Jakarta setiap 2-3 kali dalam sebulan. Dalam operasionalnya calon penumpang harus membuat surat keterangan bebas Covid-19 dan ditunjukkan ke petugas kesehatan saat check-in di pelabuhan pada hari keberangkatan.

Kapal dengan standar protokol kesehatan (Prokes) ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dapat menunjang kesembuhan para pasien COVID-19 seperti tempat tidur, panggung senam, sarana ibadah dan fasilitas hiburan lainnya.

Masyarakat yang ikut dalam isoter tidak dikenakan bayaran, karena seluruh biaya perawatan dan obat-obatan ditanggung oleh pemerintah alias gratis. Isoter terapung lebih cepat menyembuhkan penderita COVID-19 dibandingkan dengan melakukan isolasi mandiri di rumah yang berpotensi menimbulkan kluster keluarga.

Menhub yang meninjau kapal bersama dengan Menteri BUMN Erick Tohir dan Walikota Medan Bobby Nasution mengajak seluruh pihak dan masyarakat untuk memanfaatkan dengan optimal kapal isoter ini.

Selain kebijakan isoter, program vaksinasi di kota Medan juga sudah mencapai 22.36% ( dosis pertama) dan 15% sampai dengan 16% ( dosis kedua). Kendala vaksinasi tersebut akibat minimnya dosis vaksin yang masuk ke Kota Medan karena selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) , distribusi vaksin difokuskan ke daerah Jawa. Padahal Pemko Medan telah menargetkan setiap harinya dapat melakukan vaksinasi hingga mencapai 16.000 orang. * (jendaingetanbangun)

 

 

 

 

Pos terkait