Sesuai Fatwa MUI Salat Idul Adha Bisa di Rumah

  • Whatsapp

transbisnis.com, JAKARTA Sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), umat Islam yang berada di daerah dengan penyebaran kasus Covid-19 tinggi mesti beribadah di rumah.

Oleh karena itu, ibadah salat Idul Adha tahun ini yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19, sebaiknya dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Bacaan Lainnya

“Pelaksanaan salat Idul Adha mengacu pada Fatwa Nomor 36 Tahun 2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban saat wabah covid-19, yang implementasinya diserahkan kepada pemerintah atas dasar upaya mewujudkan maslahat (jalb al-mashlahah) dan mencegah terjadinya mafsadat (daf’u al-mafsadah),” tulis MUI seperti dikutip, Senin (19/7/2021)

Hukum salat Idul Adha adalah sunnah muakkadah yang berarti sangat dianjurkan dan bisa dilakukan berjamaah atau sendiri (munfarid).

Berikut tata cara salat Idul Adha di rumah secara berjamaah :

– Sebelum salat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

Salat dimulai serukan “ash-shalaata jaami’ah”, tanpa azan dan iqamah.

– Mulai dengan niat salat Idul Adha:
أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــــــالَى

Ushallii Sunnatal Iidil Adha Rok’ataini [makmuman/imaaman] Lillaahi ta’alaa.

Aku berniat salat sunah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.

– Membaca takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan.

– Membaca doa iftitah.

– Membaca takbir sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhaanallaah walhamdulillaah walaailaahaillaah wallaahuakbar

– Membaca surat al-Fatihah, diteruskan membaca surat yang pendek dari Alquran.

– Rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.

– Pada rakaat kedua sebelum membaca Al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunahkan membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhaanallaah walhamdulillaah walaailaahaillaah wallaahuakbar

– Membaca surat Al-Fatihah, diteruskan membaca surat yang pendek dari Alquran.

– Rukuk, sujud, dan seterusnya hingga salam.

– Setelah salam, disunahkan mendengarkan khutbah Idul Adha. Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah maka salat Idul Adha tetap boleh dilakukan tanpa khutbah.

Pos terkait