Ini Aturan Salat Id dan Kurban di Wilayah PPKM Darurat

  • Whatsapp

transbisnis.com, JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) melalui sidang isbat yang digelar pada 10 Juli 2021 lalu, resmi menetapkan jatuh Hari Raya Idul Adha 1442 H, pada 20 Juli 2021.

Penetapan tersebut sekaligus mendapatkan kesepakatan bahwa peringatan hari besar umat Islam akan terselenggara di tengah pandemi Covid-19 dan pemberlakuan PPKM Darurat di sejumlah daerah.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, pemerintah telah mengeluarkan surat edaran terkait panduan shalat Idul Adha dan kurban selama kebijakan PPKM Darurat diberlakukan.

Aturan tentang shalat id dan kurban pada Idul Adha 2021, tertuang dalam SE Nomor 17 Tahun 2021.

Dalam SE Nomor 17 Tahun 2021, ditegaskan bahwa kegiatan malam takbiran di masjid/mushalla maupun takbir keliling ditiadakan, di seluruh kabupaten/kota yang diterapkan PPKM Darurat.

Begitu juga dengan salat Idul Adha. Semua kegiatan peribadatan selama pemberlakuan kebijakan PPKM Darurat, dilakukan di rumah masing-masing.

Sedangkan terkait aturan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang dikeluarkan Kemenag, yakni :

Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan sesuai syariat Islam, termasuk kriteria hewan yang disembelih.

Penyembelihan kurban berlangsung dalam waktu tiga hari, yakni pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

Sedangkan untuk menghindari kerumunan di lokasi pelaksanaan kurban, Pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R).

Dalam hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R, pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan ketentuan :

1. Penerapan jaga jarak fisik (physical distancing)

Melaksanakan pemotongan hewan kurban di area yang luas sehingga memungkinkan diterapkannya jaga jarak fisik

Penyelenggara melarang kehadiran pihak-pihak selain petugas pemotongan hewan kurban

Menerapkan jaga jarak fisik antarpetugas pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging

Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh petugas kepada ke tempat tinggal warga yang berhak

Petugas yang mendistribusikan daging kurban wajib mengenakan masker rangkap dan sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik dengan penerima.

2. Penerapan protokol kesehatan dan kebersihan petugas dan pihak yang berkurban

Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh petugas dan pihak yang berkurban di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu tubuh (thermogun)

Petugas yang menangani penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan

Setiap petugas yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan

Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para petugas agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer Petugas menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah

Petugas yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga

3. Penerapan kebersihan alat

Melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan

Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang petugas harus menggunakan alat lain, maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan.

Sumber : Kemenag RI

Pos terkait