Dalam Sepekan, IHSG Menguat 0,54%.

  • Whatsapp
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
IHSG.[net]

transbisnis.com |Dalam sepekan, IHSG menguat 0,54%. Perdagangan Jumat (16/7), IHSG menguat 0,43%.

Atau 25,76 poin ke 6.072,51 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

Bacaan Lainnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pekan ini meski sempat tertekan.

Di tengah pekan akibat lonjakan kasus corona yang terus mencatat rekor tertinggi.

Analis Erdhika Elit Sekuritas Hendri Widiantoro menuturkan, penguatan yang terjadi di tengah masih naiknya kasus Covid-19 secara domestik karena kabar terkait Federal Reserve.

Yang masih belum akan mengubah kebijakan moneternya hingga akhir tahun.

Pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) ini mengingat kenaikan angka inflasi AS yang bersifat sementara.

Namun, Hendri menilai penguatan yang terjadi masih cenderung konsolidasi.

Sama halnya dengan perkiraan pergerakan indeks pekan depan yang diperkirakan.

Akan bergerak konsolidasi karena pekan depan merupakan periode akhir berlakunya PPKM Mikro Darurat.

Potensi perpanjangan akan PPKM mikro darurat dengan periode yang lebih lama ini cukup besar.

Mengingat angka kasus Covid-19 secara harian terus mencatatkan rekor.

“Sehingga pergerakan indeks sedikit banyak juga akan terpengaruh dan tertahan nanti,” ujarnya.

Kemudian selain dari sentimen eksternal, rilis data domestik seperti neraca perdagangan.

Ekspor dan impor bulan Juni juga cukup positif dibanding dengan periode yang sama tahun lalu.

Meskipun, jika dibandingkan dengan Mei terjadi sedikit penurunan.

Selain itu, pekan depan pada Kamis (22/7) akan rilis beberapa indikator ekonomi Indonesia seperti suku bunga acuan.

Proyeksi untuk suku bunga acuan serta lending facility rate dan deposite facility rate diproyeksikan masih akan cenderung stagnan di level yang sama yakni 3,5%.

Untuk suku bunga acuan, 2,75% untuk deposit facility rate dan 4,25% untuk lending facility rate.

Proyeksi ini sejalan dengan kondisi saat ini yang mana kasus Covid-19 kembali meningkat.

Kemudian, ketidakpastian secara global juga kembali tinggi akibat penyebaran varian baru virus Covid-19 ini.

Yang membuat laju pertumbuhan ekonomi serta mobilitas juga sedikit terganggu.

Pos terkait