Medan Masuk PPKM Darurat, Ini Beberapa Penegasan Gubernur Sumut

  • Whatsapp

transbisnis.com, MEDAN – Setelah pemerintah menetapkan perluasan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di luar pulau Jawa dan Bali.

Dimana dari 15 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali yang semula hanya diterapkan PPKM Mikro, kini dinaikkan statusnya jadi PPKM Darurat, termasuk salah satunya Kota Medan.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi langsung mengambil kebijakan guna mendukung PPKM Darurat yang akan diberlakukan di Kota Medan.

“Antisipasi sudah disampaikan oleh Pemerintah Pusat bahwa Kota Medan masuk klasifikasi level 4. Untuk mengantisipasi penularan Covid Varian Delta, yang perbandingannya 1.000 banding satu dengan varian Wuhan kemarin,” kata Edy didampingi Wali Kota Medan, Bobby Nasution, Jumat (9/7/2021).

Edy menyebutkan Covid-19 Varian Delta sangat cepat menular. Sehingga harus diantisipasi agar Kota Medan tidak bernasib sama dengan Jawa dan Bali.

Nantinya, lanjut Edy ada kebijakan khusus dari Pemerintah Pusat agar PPKM Darurat bisa dijalankan di Kota Medan.

“Kecepatan varian ini diantisipasi lah supaya tidak terjadi seperti di Jawa dan Bali. Ada tindakan khusus nanti akan dikeluarkan dari Jakarta untuk melakukan penyekatan penyekatan yang disebut PPKM darurat,” jelas Edy.

Dengan dikeluarkannya kebijakan PPKM Darurat, sambung Edy maka kegiatan hari besar keagamaan seperti Idul Adha akan lebih diperketat.

“Tidak boleh ada takbir keliling dan sholat Idul Adha berjemaah di lapangan. Sholat di rumah saja.Kurban tetap dilaksanakan tapi tidak ada antrian penerima kurban, tapi dagingnya diantar,” ucap Edy.

Hal ini kata Edy perlu dilakukan guna mencegah penularan virus Covid-19 Varian Delta.

“Rencananya sudah ada di surat gubernur, tindak lanjut dari Mendagri, tapi nanti Senin dikeluarkan lebih konkret perintah daruratnya,” tegasnya.

Edy menambahkan selama PPKM Darurat akan dilakukan penyekatan antara daerah yang berbatasan dengan Kota Medan, dengan pengawasan melibatkan personel gabungan.

“Nanti akan ada lima pintu yang disiapkan. Kita ingatkan masyarakat untuk tidak melakukan kerumunan. Sama sama kita lakukan pengawasan dan kita infokan ke Kabupaten/ Kota yang berbatasan dengan Medan,” urainya.

Selain itu, Edy menegaskan agar kegiatan perkantoran/tempat kerja menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75%, Work From Office (WFO) 25%.

“Pimpinan perusahaan dan kantor-kantor akan kita tekankan agar memberlakukan WFH 75 persen. Selain itu nanti akan dilakukan penambahan kamar isolasi untuk antisipasi,” pungkasnya.

Pos terkait