Ini Jawaban PT TPL atas Tuding Miring LSM Hingga Memicu Keributan

  • Whatsapp

transbisnis.com, TOBA – PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) akhirnya angkat bicara menanggapi tudingan miring yang dilontarkan sekelompok masyarakat mengatasnamakan LSM hingga memicu keributan di Tanah Batak (Toba).

Tudingan miring yang dihembuskan itu terkait kegiatan operasi persahaan TPL di wilayah sekitar Danau Toba yang dinilai berdampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Direktur PT Toba Pulp Lestari Tbk, Jandres Silalahi mengatakan perusahaan menjalankan kegiatan operasional secara legal berdasarkan izin yang diperoleh dari pemerintah, yang meliputi izin operasional, izin investasi, dan izin kehutanan.

“Dalam menjalankan kegiatan usaha industri pulp, PT TPL mengantongi izin dari pemerintah melalui Kementerian Kehutanan RI, nomor 493/Kpts-II/92 tanggal 1 Juni 1992 tentang Pemberian Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI). Dan SK bersama antara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor SK.682/Menlhk/Setjen/HPL.0/9/2019 tanggal 11 September 2019, Tentang Perubahan Ketujuh Atas Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 493/KPTS-II/1992 tanggal 1 Juni 1992, Tentang Pemegang Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri kepada PT Inti Indorayon Utama, sekarang TPL,” beber J Silalahi.

Saat ini lanjut J. Silalahi, luasan lahan Hutan Tanaman Industrial (HTI) dengan tanaman pokok Eucalyptus untuk produksi Pulp (bubur kertas), yang diberikan pemerintah kepada TPL seluas 184.486 hektar, tersebar di beberapa Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.

“Diantaranya areal konsesi Kabupaten Simalungun, Kabupaten Asahan, Kabupaten Toba, Kabupaten Pak-Pak Barat, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi, Kabupaten Samosir, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kota Padang Sidempuan,” ungkapnya.

Sedangkan dalam hal menjamin kegiatan operasional, kata J Silalahi, perusahaan tetap comply terhadap koridor sosial dan lingkungan, dengan menggandeng lembaga independen untuk melakukan audit terhadap aspek lingkungan dan sosial.

“Sebagai perusahaan terbuka yang sahamnya dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, Toba Pulp Lestari menjalankan kegiatan operasional secara professional dan sesuai dengan aturan dan perundangan yang berlaku.,” ucap Jandres.

Diketahui, PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang beroperasi di Toba sejak tahun 2003 silam.

Sebelumnya perusahaan ini bernama PT Inti Indorayon Utama atau lebih dikenal masyarakat dengan sebutan ‘Indorayon’. yang berdiri dan beroperasi sejak tahun 1984.

Oleh karena perjalanan waktu, pasca reformasi perusahaan tersebut berubah nama menjadi PT Toba Pulb Lestari (TPL) yang terletak di Desa Sosor Ladang, Pangombusan, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara.

Belakangan perseroan pemegang sertifikat Perusahaan Objek Vital Nasional ini, mendapat aksi keras oleh sekelompok masyarakat dengan mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Berbagai isu sosial, kriminalisasi, kerusakan lingkungan dan pelanggaran adat istiadat masyarakat setempat pun dihembuskan yang dikemas dengan memakai hukum hak ulayat (Tanah Adat).

Pos terkait