Analis Pasar| The Fed Dorong Rupiah Melemah

  • Whatsapp
Analis Pasar | Rupiah Spot Berakhir di Level Ideal di Akhir 2020
Analis Pasar | Rupiah Spot Berakhir di Level Ideal di Akhir 2020

transbisnis.com | Analis pasar dari Monex Investindo Futures Andian Wijaya mengatakan sentimen pertama yang membuat rupiah melemah di pekan ini adalah The Fed.

Yang akan membahas rencana tapering stimulus moneter. Selanjutnya, komentar Gubernur The Fed Jerome Powell di rapat FOMC yang bernada hawkish.

Bacaan Lainnya

Pada perdagangan Jumat (18/6), rupiah melemah 0,14% ke Rp 14.375 per dolar AS.

Dalam sepekan rupiah melemah 1,31%. Sementara, kurs rupiah Jisdor melemah 0,17% ke Rp 14.403 per dollar AS.

Penguatan rupiah di awal pekan ini meredup dan ditutup melemah di akhir pekan akibat sikap hawkish The Federal Reserve (The Fed).

Sedangkan, dalam sepekan rupiah Jisdor melemah 1,39%.

Dan siap menaikkan tingakt suku bunga lebih cepat dari rencana sebelumnya, menyebabkan penguatan dollar AS makin mendominasi pasar.

Head of Economics and Research Pefindo Fikri C. Permana mengatakan di awal pekan rupiah sempat terapresiasi karena didorong sentimen surplus neraca dagang.

Namun, pergerakan rupiah berbalik melemah setelah The Fed mengatakan akan melakukan normalisasi kebijakan lebih cepat dari perkiraan awal.

“Sikap The Fed dari akomodatif menjadi hawkish, ini dorong indeks dollar AS dan yield US Treasury naik dan investor global beralih ke pasar AS,” kata Fikri.

Sementara, pelemahan rupiah tidak bisa tertahan karena di dalam negeri sentimen negatif juga menyelimuti.

Fikri mengatakan peningkatan pasien Covid-19 di Indonesia, secara tidak langusng menjadi pemberat bagi rupiah untuk bangkit.

Fikri memproyeksikan, efek sikap The Fed yang hawksih akan memberatkan kinerja rupiah untuk jangka waktu yang lama.

Andian juga memproyeksikan penguatan dolar AS masih berpotensi berlanjut.

Apalagi, seiring penyebaran Covid-19 yang kembali naik di Indonesia.

Andian memproyeksikan rupiah sepekan depan berpeluang melemah di rentang Rp 14.500-Rp 15.000.

“Jika rupiah melemah ke atas Rp 15.000 maka rupiah berpeluang menguji Rp 15.250,” kata Andian.

Sementara, Fikri memproyeksikan rupiah sepekan depan di rentang Rp 14.300-Rp 14.500 per dolar AS.

Pos terkait