Analis Pasar| IHSG Berpotensi Bergerak Mixed

  • Whatsapp
Pembelian bersih Saham Terbesar Asing Sepanjang 2020
Pembelian bersih Saham Terbesar Asing Sepanjang 2020

transbisnis.com | Analis Pasar dari Pilarmas Investindo, Okie Setya Ardiastama menyebutkan pergerakan IHSG yang melemah.

Saat ini seiringan dengan masih rendahnya progres serapan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Bacaan Lainnya

“Selain itu, juga antisipasi pelaku pasar terhadap risiko tak terduga dari kebijakan moneter bank sentral hari ini,” ujar Okie.

Pada akhir perdagangan, Rabu (16/6) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,17% ke level 6.078,56.

Okie memproyeksikan IHSG bergerak mixed pada hari ini.

Hal tersebut seiringan dengan antisipasi pelaku pasar terhadap kebijakan dari Fed nanti malam.

Selain itu RDG BI yang rencananya akan dilakukan pada hari ini dinilai dapat ikut memberikan dampak pada pergerakan IHSG.

“Kebijakan moneter dari Bank Indonesia tentunya dapat mempengaruhi aliran modal pada IHSG,” imbuh Okie.

Saat ini, Pilarmas Investindo melihat tren penurunan suku bunga sudah terbatas sehingga pilihannya hanya ada menahan atau menaikkan suku bunga acuan.

Namun untuk menaikkan pihaknya melihat hal ini lebih berisiko bagi pasar keuangan, kecuali apabila nanti malam Fed juga menaikkan suku bunga acuannya.

“Kami memproyeksikan IHSG bergerak pada support 6.049 dan resistance 6.124. Beberapa saham yang dapat dicermati di antaranya CTRA, SMRA,” sebutnya.

Analis Erdikha Elit Sekuritas, Regina Fawziah dalam risetnya menuturkan akan ada rilis juga terkait dari suku bunga domestik pada Kamis (17/6).

Dia melihat proyeksinya tiga suku bunga acuan cenderung stagnan, untuk lending facility rate sebesar 4,25%.

Deposit facility rate sebesar 2,75%, dan untuk interest rate decision sebesar 3,5%.

Menurut dia, proyeksi tersebut setara dengan kondisi saat ini meskipun dari sisi inflasi dan ataupun Indeks Kepercayaan Konsumen Indonesia cenderung membaik.

Bahkan dari sisi ekspor impor juga cenderung lebih baik terutama ekspor, yang menandakan bahwa aktivitas manufaktur Indonesia sudah kembali bergeliat.

“Namun ada beberapa sektor yang masih membutuhkan stimulus untuk mendorong kenaikannya.

Sehingga Bank Indonesia memproyeksikan hingga tahun ini inflasi masih cenderung rendah.

“Sehingga untuk suku bunga masih akan cenderung stagnan hingga akhir tahun,” kata Regina.

Dia memproyeksikan IHSG akan bergerak pada range level support 6.060 dan level resistance 6.110 pada hari Kamis (17/6).

Pos terkait