Analis Pasar| Rupiah Spot akan Bergerak Sideways

  • Whatsapp
Analis Pasar | Rupiah Cenderung Terkoreksi Pagi Ini
Analis Pasar | Rupiah Cenderung Terkoreksi Pagi Ini

transbisnis.com | Analis pasar memproyeksikan kondisi tersebut akan terjadi sampai muncul hasil rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis (17/6).

Pada perdagangan Senin (14/6), rupiah melemah 0,10% ke Rp 14.203 per dolar Amerika Serikat (AS).

Bacaan Lainnya

Pergerakan nilai tukar rupiah berpotensi terbatas dan konsolidasi.

Sementara, kurs Jisdor tercatat melemah 0,11% ke Rp 14.222 per dolar AS.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan rupiah melemah karena data survei konsumen AS

Atay prelim consumer sentiment yang rilis di akhir pekan lalu naik ke level 86,4.

Angka tersebut lebih tinggi dari proyeksi di 84,1 dan data sebelumnya di 82,9.

Sementara fokus pelaku pasar di pekan ini tertuju pada rapat FOMC.

“Pelaku pasar sedang menanti sinyal The Fed untuk melakukan tapering karena mempertimbangkan inflasi AS.

“Yang naik dan tingkat pengangguran yang turun di bawah 6%,” kata Josua.

Alhasil, sampai menunggu hasil rapat FOMC, Josua memproyeksikan pergerakan rupiah hari ini akan sideways.

Namun, dari dalam negeri, pelaksanaan lelang surat utang negara (SUN), Selasa (15/6) berpotensi menjadi bantalan bagi rupiah untuk tidak melemah terlalu dalam jika minat investor asingnya meningkat.

Rupiah juga berpotensi terjaga stabil. Josua mengatakan, stabilitas rupiah ditopang rilis neraca perdagangan besok yang diramal surplus.

Senada, Analis Asia Valbury Futures memproyeksikan pergerakan rupiah besok berpotensi stabil berkonsolidasi karena pelaku pasar cenderung wait and see jelang rapat FOMC.

Lukman mengekspektasikan rupiah bergerak di rentang Rp 14.200 per dolar AS-Rp 14.300 per dolar AS.

Sementara, Josua memproyeksikan rentang rupiah di Rp 14.175 per dolar AS-Rp 14.275 per dolar AS.

Pos terkait