Analis Pasar| Rupiah Spot Bakal Menguat Hari Ini

  • Whatsapp
Analis Pasar | Tren Penguatan Rupiah Tidak Hanya Sesaat
Analis Pasar | Tren Penguatan Rupiah Tidak Hanya Sesaat

transbisnis.com | Analis pasar dari HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo menilai, pergerakan rupiah di minggu ini.

Masih sangat dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap inflasi AS yang akan dirilis pekan ini.

Bacaan Lainnya

Laporan inflasi AS akan menentukan nasib tren bearish dolar AS.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), cadangan devisa bulan Mei mencapai US$ 136,4 miliar, turun jika dibandingkan posisi April yang sebesar US$ 138,8 miliar.

Cadangan devisa yang turun di bulan Mei dinilai akan menjadi sentimen negatif bagi pergerakan rupiah Rabu (9/6).

Menurut Kepala ekonomi BCA David Sumual, faktor cadangan devisa dan IHSG yang bergerak negatif di hari Selasa (8/6).

Ini juga menurut dia karena bursa global yang cenderung negatif.

“Tetapi kita lihat mungkin dari sisi komoditas ada berita yang cukup bagus dari kenaikan harga komoditas.

“Termasuk minyak kecenderungan naik, jadi itu satu faktor,” kata David.

Beberapa data yang akan dirilis, seperti neraca perdagangan AS, PDB Eropa, dan PDB Jepang.

Juga akan menentukan arah pasar untuk Rabu. Ini juga yang akan menentukan pergerakan rupiah.

Selain itu, Sutopo menambahkan kenaikan indeks harga konsumen (CPI) AS dapat dengan mudah mengalahkan perkiraan, tetapi tidak mungkin menyebabkan kejutan besar.

Kejutan sebenarnya adalah jika inflasi Mei turun di bawah perkiraan. Akan ada peluang bagus untuk menjual dolar.

“Karena The Fed akan memiliki alasan serius untuk memikirkan pengetatan kebijakan,” kata Sutopo.

Sutopo memperkirakan pergerakan rupiah Rabu (9/6) masih dapat menguat di rentang harga Rp 14.200 per dolar AS–Rp 14.300 per dolar AS.

Sedangkan David menilai rupiah akan terkoreksi tipis, dan bergerak di rentang Rp 14.230 per dolar AS–Rp 14.280 per dolar AS.

Pos terkait