COVID – 19 Tidak Hentikan Kreasi Seniman di DAF

  • Whatsapp
Penari remaja yang tampil di Dokan Arts Festival menerapkan Prokes dengan bermasker.

transbisnis.com | Pandemi COVID – 19 mengharuskan insan di seluruh dunia menerapkan physical distancing. Banyak kebiasaan berganti wujud dalam berbagai aktifitas termasuk menyaksikan pertunjukan. Saat ini parapenyelenggara acara, suka tidak suka melampiaskan karyanya dengan memilih format virtual alias online. Soalnya, pagelaran pertunjukan dengan tatap muka masih gamang dilakukan karena kewajiban menghindari penyebaran virus corona.

Meski demikian, pekerja seni tidak berhenti berkreasi sama sekali. Tidak ! Mereka tetap berinisiatif menggelar pertunjukan dengan protokoler kesehatan (Prokes) yang ketat sesuai anjuran pemerintah. Tegasnya, ternyata ada pertunjukan yang tidak kalah menariknya meski pembatasan demi pembatasan tengah berlangsung.

Bacaan Lainnya

Dokan Art Festival (DAF) , satu diantara perhelatan pertunjukan tersebut. DAF mengadakan pertunjukan yang menarik namun tetap aman dengan mengetengahkan musik dan tari secara live dan daring. DAF kali ini memasuki tahun keempat dan dikemas selama dua hari yakni Selasa malam (25/05/2021) dan Rabu (26/05/2021). Desa Dokan , Tanah Karo masih menjadi lokasi tetap DAF tersebut.

Pantauan pada hari perdana , setiap anggota pertunjukan, panitia maupun penonton wajib memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan agar lebih aman. Tidak mengherankan Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting , Kadis Budpar Karo, Munarta, Kades Dokan Martinus Sembiring juga memakai masker dalam mengikuti seluruh jalinan acara yang dibuat.

Bahkan laporan Kades Dokan Martinus Sembiring, sejumlah 15 orang anggotanya dilibatkan sebagai Satgas COVID – 19. Mereka memantau jalannya Prokes saat pertunjukan berlangsung.

Meskipun dengan Prokes yang ketat namun tidak mengurangi suasana menjadi semarak dan meriah. Penonton berdatangan dari berbagai daerah untuk menikmati suguhan tontonan yang malam itu bermaterikan seni musik – tari etnis Karo dan tarian dari Tanah Gayo – Aceh.

Saat memasuki acara pertunjukan, para penonton dapat juga menikmati sajian kuliner berupa cimpa tuang atau kopi Dokan. “ Saya suka konser ini, karena penonton bisa menikmati dengan nyaman.Yah, sekadar masukan untuk episode berikutnya perlu dipertimbang kamera dengan sudut pengambilan gambar yang beragam. Dan satu lagi, pendekatan kepada provider selular agar sinyal tetap dalam posisi mendukung penuh,” ujar Jon Sembiring dari Medan.

Malam itu, pertunjukan diawali dengan sajian kelompok musik de’tradisi pimpinan Brevin Tarigan. Duduk di teras rumah tradisional Karo Siwaluh Jabu, personel yang dominan pria tersebut mengiring vokalis Novia Br Karo, Dwi Ginting dan Ogar Nababan.
Tak dapat dipungkiri nama besar de’tradisi sangat melekat dengan “marwah” garapan Rakut Sitelu yang digeber beberapa tahun lalu. Dan inilah yang selanjutnya merayap hebat dalam rentang waktu manggung malam itu.

Meskipun demikian, penonton bisa menikmati sajian dengan perasaan tenang. Sebab dukungan cuaca dingin dan suasana desa yang akrab menjadikan konsep Brevin Tarigan DKK ini tetap menarik. Apalagi, dewasa ini pertunjukan sekelas ini terbilang langka di Sumatera Utara.

Tak kalah menariknya sajian tim ISBI Aceh. Enam inong Aceh yang berbusana khusus muncul dengan gerakan dinamis. Tarian yang menerjemahkan tentang ratapan ibu bertajuk Ngebene tersebut mengundang suasana berbeda di desa itu. Mengekspresikan legenda menjadi tarian ternyata betul-betul berguna dalam menimpali sajian anak muda asal Dokan. Yang bikin unik, inong tersebut memamerkan tenunan khas Aceh Gayo yang terkenal sampai ke mancanegara.

Sajian pemuncak malam itu disampaikan lewat Siberu Dayang. Puluhan penari muda bergabung menerjemahkan tradisi warga agraris tempo doeloe dengan balutan busana khas Karo ditingkah suara petikan kecapi Ramanta Sinulingga.

Siberu Dayang, gebyar utama malam perdana itu. Nyanyian, tarian serta pameran tenunan tradisional dalam garapan koreografer M Swarsono Ars wajar diacungi jempol.Pecaaahh , kata kaum milenial buat sajian tersebut. Hiburan berdurasi sekira 2 jam ini, diisi dengan kata sambutan kepala desa serta wakil bupati Karo. Keduanya berniat meningkatkan kualitas DAF serta menjadi agenda budaya dan destinasi wisata yang didanai APBD. (jb)

Pos terkait