Petani Cabe Tanah Karo Nyaman Meski Pandemi

  • Whatsapp

transbisnis.com | Pandemi COVID -19 tidak membuat petani di Tanah Karo Sumatera Utara kehilangan rejeki. Kalau sektor usaha lainnya tengah bertahan dalam segala konsekwensinya, petani khususnya pembudidaya cabe merah nyaman dan tetap bergairah. Penyebabnya, sektor ini berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat sehari – hari. Sektor pertanian memiliki nilai ekonomi yang membuat Indonesia bertahan dari ancaman krisis global di saat pandemi COVID -19 ini.

Edi Ginting petani cabe merah Desa Ujung Aji Kecamatan Berastagi mengatakan hal itu.Hasil usahanya sampai saat ini tetap stabil. Lelaki paruh baya ini menekuni pekerjaan sebagai petani cabai sejak tahun 2019.

Bacaan Lainnya

” Kami tetap bekerja demi mendapatkan penghasilan yang cukup di tengah wabah virus corona ini. Meski bekerja bersama teriknya matahari kami juga menerapkan protokol kesehatan ,” ujarnya kepada wartawan , Senin (24/05/2021).

Sejak tahun 2019, ia menggarap lahan miliknya seluas 5.000 meter dengan kondisi tanah berstruktur keras. Lahan itu ia tanami sekira 4.500 pohon cabai. Cabai memang tanaman yang cepat menghasilkan buah. Hanya butuh tiga bulan siap dipanen.Perlakuan yang baik terhadap tanaman tersebut dengan memberikan pupuk dan menyemprot hama bisa seminggu sekali dipanen.

Hasil tanamannya melimpah, namun harga jual cabai berfluktuasi. Terbatasnya warga keluar rumah termbas juga. Pasar menjadi sepi pembeli meskipun permintaan dalam kondisi stabil.

Cabai dijual berkisar antara Rp 12.000 – Rp 25.000 per kilogram sesuai kualitasnya. ” Kami menjual untuk menjaga kestabilan pasar dan kualitas produki ,” ujarnya menjelaskan.

Edi Ginting berharap kebijakan pemerintah dalam menjamin keberlangsungan hidup para petani mengingat pandemi COVID -19 belum juga selesai.

“Kami mengharapkan, ke depan pemerintah Kabupaten Karo dapat memberikan jaminan kepada petani, khususnya petani cabai mengenai harga jual saat terjadi musibah seperti sekarang ini. Kita menginginkan agar kondisi seperti ini tidak berlarut-larut, dan kehidupan petani dapat kembali seperti sediala,” ujarnya (jb).

 

Pos terkait