Analis Pasar| Yield US Treasury Bakal Dongkrak Rupiah

  • Whatsapp
Analis Pasar | Rupiah Spot Berakhir di Level Ideal di Akhir 2020
Analis Pasar | Rupiah Spot Berakhir di Level Ideal di Akhir 2020

transbisnis.com | Analis pasar dari Sucor Sekuritas Ahmad Mikail Zaini juga memproyeksikan rupiah berpotensi menguat karena yield US Treasury tertahan di level 1,6% dan membuat tekanan capital outflow di pasar keuangan dalam negeri terbatas.

Selain itu, rupiah berpotensi menguat jika data neraca perdagangan Indonesia per April surplus.

Bacaan Lainnya

Mikail memproyeksikan rupiah berada di rentang Rp 14.300 per dollar AS hingga Rp 14.350 per dollar AS.

Pergerakan rupiah diprediksi cenderung terbatas di pasar spot usai libur Lebaran

Menurut Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan kekhawatiran yang mungkin terjadi setelah libur adalah melonjaknya kasus Covid-19 akibat aturan mudik dan tempat wisata yang dipadati pengunjung.

Selain itu, kekhawatiran juga muncul dari ketersediaan vaksin, setelah Indonesia untuk sementara menghentikan distribusi batch I vaksin Astra Zaneca.

Hal ini dilakukan untuk tes sterilitas dan toksisitas vaksin tersebut, seiring adanya laporan efek samping setelah vaksinasi.

Pandemi secara global, grafik tingkat harian kasus Covid-19 baru mulai menurun.

Situasi di India mulai membaik dan kapasitas pasokan vaksin global meningkat.

Sutopo mengatakan pergerakan rupiah di pekan depan akan banyak dipengaruhi oleh rilis data GDP, PMI dan data perdagangan yang diprediksikan menurun untuk kawasan Eropa dan Australia.

Rapat FOMC dan klaim pengangguran mingguan AS juga diproyeksikan semakin bertambah dan mempengaruhi pergerakan rupiah.

Sementara, Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan rupiah masih berpotensi menguat setelah data ekonomi AS dirilis kurang memuaskan.

Indikator konsumen AS cenderung melemah. Data penjualan ritel per April tercatat sebesar 0,0% mom.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, indikator kepercayaan konsumen AS U.Mich Sentiment mengalami penurunan menjadi 82,8 dari sebelumnya sebesar 88,3.

Lemahnya indikator ekonomi AS memberi sinyal terkait laju pemulihan ekonomi AS yang tertahan.

Sehingga mendorong penurunan yield US Treasur yang kemudian mendorong pelemahan dollar AS,” kata Josua.

Pelemahan dollar AS diperkirakan akan membantu penguatan rupiah. Josua memproyeksikan rentang rupiah besok di Rp 14.150 per dolar AS – Rp 14.250 per dolar AS.

Sementara, Sutopo memproyeksikan rupiah akan bermain di area Rp 14.270 per dollar AS-Rp 14.330 untuk Senin (17/8). Sementara dalam sepekan ke depan, rupiah cenderung melemah.

 

Pos terkait