Analis Pasar| Data Ekonomi AS Bayangi Pergerakan Rupiah

  • Whatsapp
Analis Pasar | Rupiah Spot Berakhir di Level Ideal di Akhir 2020
Analis Pasar | Rupiah Spot Berakhir di Level Ideal di Akhir 2020

transbisnis.com | Analis Pasar dari Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, pada perdagangan hari ini, rupiah akan dipengaruhi oleh data ekonomi dari AS.

Data non-farm payroll yang dirilis Jumat malam waktu AS ternyata justru jauh di bawah ekspektasi para pelaku pasar.

Bacaan Lainnya

Kurs rupiah pada perdagangan Senin (10/5) berpotensi melanjutkan tren penguatan.

Hal ini sejalan dengan rilis data ekonomi AS yang ternyata justru di bawah ekspektasi pasar.

Nonfarm payroll pada bulan April tercatat 266.000, atau jauh lebih rendah dari perkiraan pasar yang mencapai 1 juta.

“Tak hanya itu, jumlah tersebut juga lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 770.000,” ungkap Josua.

Josua menambahkan, data tingkat pengangguran AS juga tercatat mengalami kenaikan pada bulan April.

Yakni berada di level 6,1%. Padahal, pada bulan sebelumnya, masih berada di level 6,0%.

Oleh karena itu, Josua melihat ada peluang rupiah untuk mengalami penguatan pada perdagangan Senin.

Dia memperkirakan, rupiah akan diperdagangkan pada kisaran Rp 14.250 per dolar AS-Rp 14.350 per dolar AS.

Adapun, sepanjang minggu lalu rupiah di pasar spot tercatat menguat 1,1% setelah ditutup di level Rp 14.285 per dolar AS.

Sementara di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah dalam sepekan juga berhasil menguat 1,34% setelah ditutup di level Rp 14.289 per dolar AS.

Josua menjelaskan, penguatan rupiah sepekan lalu tidak terlepas dari tren pelemahan dolar AS.

Seiring kebijakan moneter The Fed yang dovish sehingga mendorong penurunan yield US Treasury sebesar 5 bps sepanjang minggu lalu.

Pos terkait