Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun… UAS: Doa Untuk Sang Sahabat

  • Whatsapp
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun... UAS: Doa Untuk Sang Sahabat
Potret Sederhana Ustaz Abdul Somad Naik Motor Klasik. Channel YouTube Ustadz Abdul Somad Official ©2020

transbisnis.com – Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Ustaz Abdul Somad berduka di mana Kabar duka pun menghampiri

ulama kenamaan Tanah Air yang baru saja menikah lagi, Ustaz Abdul Somad.

Bacaan Lainnya

Seorang rekannya baru saja menghembuskan napas terakhirnya.

Hal tersebut diungkap ulama yang kerap disapa Uas itu di laman instagramnya.

Ia mengunggah sebuah potret lawas. Mengiringi unggahannya, Uas menceritakan perjumpaan dengan teman lama yang mengenyam pendidikan agama bersamanya.

Bukan hanya di dalam negeri, mereka memperdalam ilmu agama Islam bersama di luar negeri.

“1998 kami berjumpa di Jurang Mangu Timur mengikuti pelatihan bahasa Arab sebelum ke Mesir. 5 September 1998 kami sama-sama ke Cairo. Kami transit di Amman Yordania. Pagi-pagi ia menggedor pintu membangunkan sarapan, aku marah karena ternyata sarapan cuma roti dan zaitun,” kata Uas.

Sesampainya di Cairo, kami berpisah. Saat musim panas, aku ke rumahnya, waktu itu dia serumah dengan Reza Aceh, Hamdi Bekasi dan Adi Irfan Bekasi. Ku tengok di kantongnya ada kunci inggris.

Rupanya dia pandai membetulkan kulkas dan mesin cuci. Dia kreatif,” sambungnya.

Lebih lanjut, Uas mengenang momen lawas bersama dengan rekan dekatnya yang bernama Muhammad Jabal Alamsyah itu. Kata Uas, mereka sempat bertemu tahun lalu berbagi cerita mengenai banyak hal.

“Selesai kuliah, ku dengar dia di Bandar Seri Begawan. Aku ikut senang. Ketika aku tausiyah di Sibolga, kampungnya,”

Ku sebut namanya. Dia kontak aku. Dia ceritakan kebahagiaannya. Karena keluarganya bercerita:

“Disebut Uas nama kau”,” terangnya.

“Saat aku ke Gontor tahun lalu. Dia datang ke mess. Aku endors program Faro’idhnya,” sambungnya.

Di pertemuan terakhirnya itu, Uas merasa ada yang berubah dengan sahabatnya itu. Ia tak seceria dulu dan tubuhnya terlihat nampak kurus. Namun, Uas segan menanyakan tentang apa yang teradi.

“Tapi dia tak seceria dulu. Lebih kurus. Lebih kalem. Aku segan bertanya. Aku akan menjumpainya bulan depan di Gontor. Tapi ada yang lebih cepat dari keinginanku. Susah aku membayangkan wajahnya marah, karena ia ramah dan selalu tersenyum,” kata Uas..

“Kaulah satu-satunya bukit yang bisa berjalan, Jabal Alamsyah Nasution. Tiap kali aku katakan begitu, dia hanya senyum. Senyum itu ku rindukan,” lanjutnya.

Di akhir pesan yang ditulisnya, Ustaz Abdul Somad menuliskan doa untuk sang sahabat. Ia berharap sahabatnya berada di surga bersama Rasulullah SAW.

“Lama lagi aku akan melihatnya. Di surga bersama Rasulullah,” paparnya.

Pos terkait