Analis Pasar| Laju Positif Rupiah Berpotensi Kembali Berlanjut

  • Whatsapp
Analis Pasar | Tren Penguatan Rupiah Tidak Hanya Sesaat
Analis Pasar | Tren Penguatan Rupiah Tidak Hanya Sesaat

Research and Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin menjelaskan, penguatan rupiah hari ini seiring dengan pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama dunia.

Tak pelak, rupiah dan mata uang negera berkembang lainnya berhasil mencatatkan penguatan.

Bacaan Lainnya

Nanang memperkirakan laju positif rupiah berpotensi kembali berlanjut.

Sementara, Kurs Rupiah mengawali perdagangan pekan ini dengan kinerja yang memuaskan.

Pada Senin (26/4), rupiah di pasar spot menguat 0,28% ke Rp 14.485 per dolar Amerika Serikat (AS).

Setali tiga uang, kinerja apik rupiah juga terjadi di kurs tengah Bank Indonesia (BI).

Mata uang Garuda ini tercatat ditutup berada di level Rp 14.489 per dolar AS.

Dengan demikian, rupiah berhasil menguat 0,41% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Ia menilai pasar hari ini akan masih menantikan rapat The Fed yang akan mulai digelar pada pertengahan pekan ini.

Pelaku pasar mengekspektasikan The Fed tidak akan mengubah suku bunga walaupun pertumbuhan ekonomi AS sudah cukup baik.

“Sementara kebijakan quantitative easing juga masih akan dipertahankan. Ini berpotensi kembali memicu pelemahan dolar AS,” kata Nanang.

Sementara dari dalam negeri, Nanang melihat momentum memasuki lebaran bisa menjadi katalis positif bagi rupiah ke depan seiring aktivitas penggunaan rupiah yang meningkat.

Nanang memperkirakan rupiah akan punya kecenderungan menguat dan bergerak pada rentang Rp 14.460 – Rp 14.500 per dolar AS.

Pos terkait