Analis Pasar| Inilah Sentimen yang Mempengaruhi IHSG Pekan Ini

  • Whatsapp
Analis Pasar | IHSG Masih Berpeluang Lanjutkan Penguatan
10 Saham Net Buy Asing pada Perdagangan Rabu (30/12)

transbisnis.com | Analis pasar dari Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, ada beberapa sentimen yang turut mempengaruhi pergerakan IHSG dalam seminggu terakhir.

Pertama, sentimen negatif datang dari kebijakan larangan mudik saat Lebaran dari pemerintah.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, transaksi bursa juga menjadi sepi dan menyebabkan terjadinya koreksi indeks jelang bulan Ramadan.

Masih dalam negeri, pelaku pasar juga mengapresiasi data neraca perdagangan RI per Maret yang mengalami surplus, meskipun di bawah ekspektasi pasar.

Sementara Analis pasar dari Pilarmas Invesntindo Sekuritas Okie Ardiastama menambahkan, membaiknya perekonomian negara mitra dagang berdampak pada naiknya permintaan terkait ekspor.

Dari internal, tren surplus neraca perdagangan yang diiringi dengan pemulihan sektor manufaktur menjadi harapan pelaku pasar terkait pemulihan ekonomi di tahun ini.

“Saat ini kami melihat kekuatan sentimen dari dalam negeri maupun global tersebut sama, karena saling memiliki korelasi,” ujar Okie.

Okie memproyeksikan IHSG bakal bergerak lebih terbatas pada range 6.046-6.119 di perdagangan Senin (19/4).

Dia bilang, pelaku pasar akan mencermati kebijakan moneter yang akan dilakukan Bank Indonesia pada pertemuan di hari Selasa.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,11% ke level 6.086,26 pada penutupan perdagangan Jumat (16/4). IHSG menguat sebesar 0,26% sepekan terakhir.

Penguatan IHSG juga diikuti oleh beli bersih investor asing sebesar Rp 251,25 miliar di seluruh pasar.

“Rendahnya kinerja retail sales di Indonesia per Februari menjadi minus 18,1% disikapi negatif oleh para pelaku pasar,” ujarnya.

Nafan melanjutkan, kekhawatiran mengenai meningkatnya kasus baru Covid-19 secara global juga turut mewarnai pergerakan IHSG dalam sepekan.

Dari global, membaiknya kinerja consumer price index (CPI) Amerika Serikat maupun core CPI yang di atas ekspektasi memberikan sinyal positif terhadap market terkait dengan potensi pemulihan ekonomi AS.

Selanjutnya, pelaku pasar turut mengapresiasi program vaksinasi massal yang berjalan dengan baik.

“Program vaksinasi massal yang masih berjalan dengan baik merupakan katalis positif bagi pasar. Market pun mengapresiasi kinerja GDP kuartal pertama 2021 Tiongkok yang melampaui ekspektasi,” tambah Nafan.

 

Pos terkait