Analis Pasar| IHSG Menguat 0,26% Selama Sepekan

  • Whatsapp
IHSG Bisa Sentuh Level 6.850 Tahun Ini
IHSG Bisa Sentuh Level 6.850 Tahun Ini

transbisnis.com | Analis pasar dari Pilarmas Invesntindo Sekuritas Okie Ardiastama menambahkan, membaiknya perekonomian negara mitra dagang berdampak pada naiknya permintaan terkait ekspor.

Dari internal, tren surplus neraca perdagangan yang diiringi dengan pemulihan sektor manufaktur menjadi harapan pelaku pasar terkait pemulihan ekonomi di tahun ini.

Bacaan Lainnya

“Saat ini kami melihat kekuatan sentimen dari dalam negeri maupun global tersebut sama, karena saling memiliki korelasi,” ujar Okie.

Okie memproyeksikan IHSG bakal bergerak lebih terbatas pada range 6.046-6.119 di perdagangan Senin (19/4).

Dia bilang, pelaku pasar akan mencermati kebijakan moneter yang akan dilakukan Bank Indonesia pada pertemuan di hari Selasa.

Pada penutupan perdagangan Jumat (16/4), IHSG ditutup naik 0,11% ke level 6.086,26.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 0,26% sepekan terakhir.

Investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 251,25 miliar di seluruh pasar.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, ada beberapa sentimen yang turut mempengaruhi pergerakan IHSG dalam seminggu terakhir.

Pertama, sentimen negatif datang dari kebijakan larangan mudik saat Lebaran dari pemerintah.

Selanjutnya, transaksi bursa juga menjadi sepi dan menyebabkan terjadinya koreksi indeks jelang bulan Ramadan.

Masih dalam negeri, pelaku pasar juga mengapresiasi data neraca perdagangan RI per Maret yang mengalami surplus, meskipun di bawah ekspektasi pasar.

“Rendahnya kinerja retail sales di Indonesia per Februari menjadi minus 18,1% disikapi negatif oleh para pelaku pasar,” ujarnya.

Nafan melanjutkan, kekhawatiran mengenai meningkatnya kasus baru Covid-19 secara global juga turut mewarnai pergerakan IHSG dalam sepekan.

Dari global, membaiknya kinerja consumer price index (CPI) Amerika Serikat maupun core CPI.

Yang di atas ekspektasi memberikan sinyal positif terhadap market terkait dengan potensi pemulihan ekonomi AS.

Selanjutnya, pelaku pasar turut mengapresiasi program vaksinasi massal yang berjalan dengan baik.

“Program vaksinasi massal yang masih berjalan dengan baik merupakan katalis positif bagi pasar.

Market pun mengapresiasi kinerja GDP Q1-2021 Tiongkok yang melampaui ekspektasi,” tambah Nafan.

 

Pos terkait