Analis Pasar| IHSG Bakal Menguat Lagi Hari Ini

  • Whatsapp
Pasar Bursa Pekan Ini Meningkat Sebesar 0,55%
IHSG di Bursa Efek Indonesia,(BEI).[ilustrasi|winsah]

transbisnis.com | Analis Pasar dari Philip Sekuritas, Anugerah Zamzami Nasr menyebutkan, kenaikan IHSG sejalan dengan mayoritas indeks saham di Asia sore ini yang ditutup naik dipicu penurunan yield US Treasury.

Menurut dia, penurunan yield menyentuh ke level terendah dalam tiga minggu setelah data memperlihatkan laju kenaikan inflasi di Amerika Serikat tidak seliar yang ditakutkan oleh investor.

Bacaan Lainnya

“Penguatan signifikan saham-saham perbankan big caps seperti BBCA dan BBRI juga menjadi kontributor utama kenaikan IHSG hari ini seiring investor asing juga terlihat melakukan net buy di kedua bank tersebut,” kata Zamzami.

Dirinya memproyeksikan IHSG menguat kembali lantaran minat beli yang besar hari ini.

Hal itu dilihat dengan penutupan di level tertingginya, sehingga penguatan bisa berlanjut.

“IHSG diproyeksikan menguat kembali dengan support 5.933 dan resistance 6.108,” ujar dia.

Di sisi lain, investor juga masih menanti beige book The Fed malam ini dan rilis data neraca perdagangan Indonesia hari ini.

Berdasarkan data pada perdagangan Rabu, (14/4/2021) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,07% ke level 6.050,28.

Sementara, Analis Pasar dari Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan dalam risetnya mengemukakan, IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya pada perdagangan Kamis (15/4).

Meski diperkirakan lebih terbatas dibandingkan penguatan kemarin.

“IHSG diperkirakan menguji level 6.070-6.100 pada perdagangan hari ini,” ujar Valdy.

Secara technical, penguatan hari ini membentuk pola menyerupai morning star doji.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi profit taking di area resistance 6.070-6.100, mengingat penguatan hari ini tidak didukung kenaikan volume transaksi yang signifikan.

Salah satu potensi katalis positif diperkirakan berasal dari data neraca perdagangan Indonesia yang diperkirakan kembali surplus di Maret 2021.

Hal ini sejalan dengan ekspektasi kenaikan nilai ekspor yang lebih tinggi daripada kenaikan nilai impor pada periode tersebut.

Sebelumnya, Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia tercatat sebesar 50,1 di kuartal pertama 2021, naik dari 47,29 di kuartal keempat 2020. Level di atas 50 menunjukkan kondisi ekspansi.

Data neraca dagang yang sesuai ekspektasi dapat memperkuat indikasi tersebut.

Oleh sebab itu, Valdy menilai saham-saham manufaktur dapat diperhatikan, di antaranya INTP, CPIN, JPFA, SIDO, dan ICBP. Di luar manufaktur, ASII dan ERAA juga dapat diperhatikan.

Sementara, Zamzami menilai saham-saham yang menarik untuk diamati hari ini yakni CPIN, BTPS, dan ANTM.

Pos terkait