Analis Pasar| IHSG Berpeluang Melanjutkan Rebound

  • Whatsapp
IHSG Dibuka Liar di Pasar Spot
IHSG Dibuka Liar di Pasar Spot

transbisnis.com | JAKARTA – Analis pasar dari Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memprediksi, IHSG berpeluang melanjutkan rebound pada perdagangan Rabu (7/4/2021).

Secara teknikal, IHSG berada di suport- resisten pada rentang 5.900-6.120.

Bacaan Lainnya

Proyeksi ini diperkuat dengan terbentuknya golden cross di area jenuh jual pada indikator stochastic RSI.

Menurut Valdy, potensi rebound teknikal pada BBCA, BBNI dan SMGR yang memasuki periode cum dividen tunai pada perdagangan Rabu (7/4) juga dapat menjadi menopang rebound IHSG.

Katalis positif lain berasal dari meningkatnya kepercayaan diri pelaku pasar

“Menyusul pernyataan Kementerian Kesehatan RI bahwa Indonesia akan kembali menerima 10 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac pada April 2021,” jelas Valdy.

Dukungan juga datang karena pemerintah juga berencana mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan mengeluarkan kebijakan baru terkait plafon KUR bagi pelaku UMKM yang dinaikkan.

Sementara itu, dari eksternal, pelaku pasar mencermati hasil IMF/World Bank Spring Meetings yang tengah berlangsung.

Selain BBCA, BBNI, dan SMGR, Valdy juga menyarankan pelaku pasar untuk dapat mencermati potensi berlanjutnya rebound teknikal pada ADHI, PTPP, WIKA, ADRO, ANTM, dan TINS di perdagangan Rabu (7/4).

Berdasarkan catatan IHSG akan bergerak fluktuatif di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,54% ke level 6.002,77 pada perdagangan Selasa (6/4).

Sementara itu, investor asing kembali mencatatkan aksi jual dengan nilai bersih Rp 315,51 miliar di seluruh pasar.

Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki mengatakan, penguatan IHSG pada hari ini seiring dengan rebound yang terjadi di pasar saham Amerika Serikat (AS) di awal pekan ini.

Ditambah lagi dengan penguatan nilai tukar rupiah beserta kenaikan harga komoditas turut menyokong IHSG.

Untuk perdagangan Rabu (6/4), Yaki memprediksi IHSG berpotensi menguat meski rawan aksi ambil untung alias profit taking.

Ia memproyeksi IHSG akan bergerak fluktuatif dengan support di level 5.920 dengan resisten di 6.165.

“Pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi sentimen harga komoditas dan nilai tukar rupiah, serta pergerakan pasar global,” ucap Yaki.

Pasalnya, data ekonomi yang dapat menjadi penyokong IHSG seperti data neraca perdagangan dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) baru akan dirilis pekan depan.

Sementara Yaki melihat, saham yang menarik untuk diperhatikan pada perdagangan hari ini adalah BBCA, BBRI, INDF, ICBP, JPFA, LPPF, RALS, dan saham-saham CPO.

Pos terkait