IHSG Melorot Selama Tiga Hari Berturut-turut

  • Whatsapp
Saham Era Mandiri Turun 78% dari Level Tertinggi
Bursa Efek Indonesia.[net]

transbisnis.com | JAKARTA – Pagi ini di awal perdagangan Kamis (1/4/2021) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di pasar spot setelah turun tiga hari perdagangan berturut-turut.

Di di perdagangan Hari ini pukul 9.07 WIB, IHSG menguat 0,34% atau 20 poin ke 6.004.

Bacaan Lainnya

Sembilan indeks sektoral menguat. Hanya indeks barang konsumsi yang turun 0,11%.

Kenaikan terbesar adalah indeks aneka industri yang naik 1,21%. Indeks sektor tambang menguat 1,14%.

Sektor perkebunan naik 1,02%. Sektor perdagangan dan jasa menanjak 0,73%.

Top gainers LQ45 hari ini adalah:

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) 3,36%
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 2,44%
PT indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) 2,03%

Top losers LQ45 terdiri dari:

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) -1,82%
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) -1,45%
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) -1,36%
Investor asing mencatat net sell Rp 174 miliar di seluruh pasar.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 119,3 miliar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 34,4 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 12,8 miliar.

Saham-saham dengan net buy atau beli bersih terbesar asing adalah PT Astra International Tbk (ASII) Rp 7,5 miliar.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 6,7 miliar, dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Rp 2,6 miliar.

———

JAKARTA – Pagi ini di awal perdagangan Kamis (1/4/2021) nilai tukar rupiah masih melemah di pasar spot.

Kurs rupiah spot berada di Rp 14.535 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pukul 9.20 WIB pagi ini.

Kurs rupiah tersebut melemah tipis 0,07% jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin pada Rp 14.525 per dolar AS.

Kurs rupiah tercatat melemah dalam empat hari perdagangan sejak awal pekan.

Salah satu penyebab pelemahan nilai tukar rupiah adalah kebutuhan dolar di akhir kuartal pertama. Investor pun menunggu

Dilansir Bloomberg, rupiah melemah 0,61%, ke level Rp 14.568 per dolar AS, dari perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 14.480 per dolar AS.

Sedangkan untuk kurs Jisdor rupiah melemah 0,63%, menjadi Rp 14.572 per dolar AS.

Nilai tukar dolar AS juga diuntungkan oleh kenaikan yield obligasi negara AS, US Treasury.

Kenaikan yield ini mempersempit selisih yield US Treasury dan obligasi emerging markets, termasuk surat utang negara (SUN).

Pos terkait