Marketing Sales Agung Podomoro Berpotensi Tumbuh Lebih Tinggi

  • Whatsapp
Sektor Properti Diramalkan akan Menggeliat di 2022
Sektor Properti Diramalkan akan Menggeliat di 2022

transbisnis.com | JAKARTA – Tahun ini kinerja pra penjualan atau marketing sales PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berpotensi tumbuh lebih tinggi dibandingkan realisasi marketing sales di 2020 yang sudah tembus target.

Di mana Insentif pajak dari pemerintah untuk sektor properti jadi kunci pendorong kinerja.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan laporan keuangan periode kuartal III-2020, pendapatan Agung Podomoro terkoreksi 1,2% secara tahunan menjadi Rp 2,88 triliun.

Sementara, beban pokok penjualan dan beban langsung APLN naik 9,6% menjadi Rp 1,61 triliun.

Alhasil, perusahaan properti dan pemilik pusat perbelanjaan ini harus mencatatkan rugi bersih periode berjalan sebesar Rp 195,2 miliar.

Meski begitu, APLN berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp 3,5 triliun hingga 31 Desember 2020. Perolehan ini melebihi target perseroan yakni Rp 3 triliun.

Perolehan marketing tersebut juga meningkat 56% bila dibandingkan dengan pencapaian di periode yang sama 2019, yakni sebesar Rp 1,9 triliun.

Dari total marketing sales tersebut, sekitar 89% diperoleh melalui penjualan 280 hektare lahan industri di Karawang, Jawa Barat.

Selanjutnya, diikuti penjualan Podomoro Park di Bandung, Podomoro Golf View di Cimanggis dan Podomoro City Deli Medan.

Menanggapi hal tersebut, M. Nafan Aji Gusta Utama Analis Binaartha Sekuritas melihat kinerja marketing sales APLN tetap tumbuh di tengah pandemi, karena tersokong tren suku bunga rendah.

Sektor porperti sangat didukung oleh tren suku bunga rendah.

Hingga saat ini suku bunga juga masih rendah, alhasil, Nafan memproyeksikan kinerja APLN akan potensial tumbuh lebih baik lagi di tahun ini.

Kinerja APLN juga turut tersokong insentif pajak di sektor properti. Pemerintah membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau PPN ditanggung pemerintah (DTP)

Untuk rumah tapak dan unit hunian rumah susun. Dengan syarat, harga jualnya maksimal Rp 2 miliar.

Selain itu, pemerintah juga memberi diskon PPN sebesar 50% atau 50 persen PPN DTP untuk kategori rumah tapak dan rumah susun, dengan harga jual lebih dari Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.

Pos terkait