Melirik Peluang Bisnis Bambu dan Manfaatnya

  • Whatsapp
Melirik Peluang Bisnis Bambu dan Manfaatnya
Melirik Peluang Bisnis Bambu dan Manfaatnya

transbisnis.com | MEDAN – Ratusan jenis bambu tumbuh subur di nusantara sehingga sebagian orang memanfaat sebagai anugerah dalam menjalankan bisnisnya.

Hingga akhir tahun ’80-an, bambu tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Bacaan Lainnya

Mereka menggunakan bambu untuk berbagai keperluan, dari bahan bangunan hingga perkakas dapur.

Meskipun rebung (tunas bambu) masih banyak digunakan sebagai bahan makanan, tapi popularitasnya saat ini masih kalah dengan kailan atau brokoli.

Jika digunakan sebagai bahan bangunan pun, hanya sebatas untuk bangunan pendukung, bukan bangunan utama.

Padahal bambu merupakan bahan bangunan yang ramah lingkungan.

Seperti dilansir Bambu Build, bambu tidak hanya sebagai bahan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Tapi juga berpotensi membawa banyak nilai bagi perekonomian. Tanaman yang ramping itu memiliki banyak manfaat.

Tidak seperti pohon lainnya, bambu dapat tumbuh di area mana saja: di kebun, ladang, tepi sungai, maupun perbukitan.

Secara khusus, bambu dapat bertahan dalam cuaca ekstrem. Yang lebih utama lagi, baris bambu hijau adalah pagar yang melindungi manusia dari kerusakan alam.

Bambu tidak membutuhkan teknik atau perawatan yang tinggi. Bahkan tidak perlu aplikasi pupuk maupun pestisida.

Bambu akan tumbuh sendiri dalam kondisi alami.

Salah satu manfaat yang paling penting dari bambu adalah berkontribusi positif untuk melindungi tanah lingkungan.

Karena tanah yang rusak oleh eksploitasi pertanian, bisa dipulihkan dengan cara penanaman bambu.

Berbeda dengan pohon kayu, budidaya bambu membutuhkan biaya yang rendah, sehingga mengurangi beban investasi bagi petani.

Modal menanam bambu bisa segera kembali karena setiap bagian bambu memiliki nilai ekonomi.

Mengenai manfaatnya, pohon bambu sudah bisa dimanfaatkan sejak masih beruopa tunas.

Rebung memiliki nilai gizi yang tinggi, akhir-akhir ini sangat populer di negara-negara Barat.

Sehingga rebung berpotensi sebagai komoditas ekspor.

Daun bambu segar bisa digunakan untuk bahan pembungkus, dan daun bambu kering bisa dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik.

Batang bambu digunakan untuk bahan bangunan dan produk kerajinan untuk pasar ekspor. Sedangkan akar bambu bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak dan keperluan lainnya.

Produk-produk yang terbuat dari bambu tentu saja ramah lingkungan, sehingga banyak konsumen yang tertarik untuk membelinya. Harganya pun juga relatif tidak mahal, sehingga punya prospek bisnis yang menjanjikan.

Bambu hanya membutuhkan 3-5 tahun untuk siap dipanen. Setelah panen, bambu akan tumbuh kembali tanpa menanam pohon baru.

Karena alasan bahan bangunan yang ramah lingkungan, Pemerintah di Cina, India, Indonesia mendorong para petani untuk mengembangkan bambu sebagai pengganti pohon kayu.

Vietnam memiliki wilayah hutan bambu yang besar. Dengan 1,4 juta hektar hutan bambu, Vietnam memiliki area penanaman bambu terbesar keempat di dunia, setelah Cina, India dan Myanmar. Harga bambu di Vietnam hanya sepertiga di Cina, sehingga membuka banyak peluang kompetitif.

Nilai ekonomi, nilai budaya, nilai adat yang dibawa bambu begitu banyak, dan tentunya akan terus meningkat di masa depan.

Manfaat Bambu Bagi Kehidupan Manusia

Melirik Peluang Bisnis Bambu dan Manfaatnya
Sebenarnya Bambu bukanlah tanaman dan Jenis tumbuhan yang asing bagi Masyarakat Indonesia, bambu juga banyak di temui diberbagai Negara di dunia terutama ditemukan didaerah tropis seperti di benua Asia, Afrika, Amerika bahkan di Australia.

Bambu sendiri sangatlah akrab di lingkungan kehidupan masyarakat Indonesia.

Terutama di wilayah Pedesaan ataupun Dusun yang sudah terbiasa menggunakan kebutuhan hidup yang telah tersedia, seperti bambu yang digunakan untuk bahan bangunan, tiang, dinding, atap, peralatan dapur, alat musik hingga dijadikan bahan makanan.

Di dunia pohon bambu memiliki 75 genus (red-marga atau perkelompokan klasifikasi) yang terdiri 1500 jenis bambu, dan 125 jenis diantaranya terdapat di Indonesia serta tumbuh dengan berbagai tipe iklim.

Seperti tipe curah hujan A,B,C, D hingga E ini berdasarkan klasifikasi (red-menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson) atau iklim basah sampai kering, dan biasanya semakin basah tipe iklim maka semakin banyak pula jumlah jenis bambunya, karena bambu merupakan jenis tumbuhan yang memerlukan banyak air.

Sebagai tanaman yang memiliki banyak manfaat dan penting bagi kehidupan, seperti Akar tanaman bambu dapat berfungsi sebagai penahan erosi guna mencegah bahaya kebanjiran.

Hingga berperan menangani limbah beracun akibat keracunan merkuri, bagian akar inilah yang menyaring air terkena limbah melalui serabut-serabut akar, serta mampu menampung mata air sehingga bermanfaat sebagai persediaan air sumur.

Batang bambu baik yang tua maupun yang muda sangat berguna untuk berbagai keperluan, baik digunakan sebagai keperluan secara Tradisional seperti membangun rumah, mulai dari atap, dinding, peralatan dapur hingga alat musik tradisioal,

Begitupun dipergunakan sebagai bahan baku modern baik untuk kontruksi ataupun non kontruksi, kita bisa lihat sendiri hasil-hasil produk furnitur minimalis yang terbuat dari bambu dan di jual di pasaran.

Daun bambu pun memiliki manfaat diantaranya dijadikan alat pembungkus makanan, bahkan dijadikan obat tradisional untuk penurun panas pada anak, karena bambu memiliki kandunan zat yang bersifat mendinginkan.

Begitupun rebung atau tunas bambu atau juga dikenal dengan nama trubus bamboo merupakan kuncup bambu muda yang tumbuh dari dalam tana.

Rebung ini berasal dari akar rhizon ataupun buku-bukunya, biasanya rebung di konsumsi ketika kuncup bambu berumur 1 – 5 bulan.

Ini artinya pohon bambu memiliki manfaat Ekologi hingga Industri , secara ekologi tanaman bambu mempunyai fungsi seperti meningkatkan volume air bawah tanah, konservasi lahan, perbaikan lingkungan dan sifat-sifat bambu sebagai bahan bangunan tahanan gempa.

Khususnya wilayah rawan gempa, dan secara industri tanaman bambu sudah banyak di gunakan sebagai bahan baku baik secara tradisional hingga modern.

Bahan baku ini merupakan produk atau keseragaman sumber bahan baku industri, mengingat potensi kayu semakin langka.

Dan ini membutuhkan waktu yang panjang untuk rehabilitasi, sementara bambu pada umumnya hanya membutuhkan umur 4 – 5 tahun sudah dapat diolah kembali.

Pos terkait