Harga Minyak west Texas Intermediate Melorot di Level US$59,39 Per Barel

  • Whatsapp
Harga Minyak Turun di Perdagangan Perdana Tahun 2021
Harga Minyak Turun di Perdagangan Perdana Tahun 2021

transbisnis.com | JAKARTA – Pada perdagangan Rabu (3/3/2021) Harga minyak west texas intermediate (WTI) kontrak pengiriman April 2021 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 59,39 per barel.

Harga minyak melanjutkan penurunan di hari keempat berturut-turut hingga tengah pekan ini.

Bacaan Lainnya

Harga minyak mentah melemah 0,60% jika dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 59,75 per barel. Dalam empat hari perdagangan, harga minyak mengakumulasi penurunan 6,52% dari level tertinggi sejak Mei 2019 yang tercapai 25 Februari lalu.

Harga minyak turun mencapai level terendah dalam dua minggu di tengah ekspektasi produsen OPEC+ akan melonggarkan pembatasan pasokan pada pertemuan mereka akhir pekan ini karena ekonomi mulai pulih dari krisis virus corona. Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan, prospek permintaan minyak terlihat lebih positif, terutama di Asia.

Kemarin, harga minyak Brent berjangka turun 1,6% menjadi US$ 62,70 per barel, terendah sejak 12 Februari. Harga minyak acuan global ini turun sekitar 7% dari level tertinggi 13 bulan yang dicapai minggu lalu.

Harga minyak memperpanjang penurunan setelah data dari kelompok industri American Petroleum Institute menunjukkan peningkatan besar dalam stok minyak mentah pekan lalu. Tetapi penurunan persediaan produk minyak olahan yang jauh lebih besar dari perkiraan menahan penurunan lebih lanjut.

Reli minyak telah memudar di tengah ekspektasi OPEC+ akan memproduksi lebih banyak minyak mulai April. OPEC+ diperkirakan akan mengurangi pemangkasan produksi tahun lalu.

“Pasar minyak akhirnya mencapai tahap yang mengisyaratkan pemulihan, karena ini adalah pertama kalinya dalam setahun di mana setiap orang mengharapkan OPEC+ untuk membawa lebih banyak output kembali ke mode produksi,” kata Bjornar Tonhaugen, kepala pasar minyak di Rystad Energy kepada Reuters.

OPEC+, yang bertemu pada hari Kamis, diprediksikan membahas memungkinkan penambahan produksi sebanyak 1,5 juta barel per hari kembali ke pasar.

Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) mengatakan kepada pembeli minyak Asia bahwa mereka berencana untuk meningkatkan alokasi minyak mentah pada bulan April.

Produksi minyak OPEC turun pada Februari karena pemangkasan sukarela oleh Arab Saudi menambah pengurangan dalam pakta OPEC+ sebelumnya.

Anggota OPEC+, Rusia, gagal meningkatkan produksi minyak pada Februari meski diberikan izin oleh kelompok tersebut. Sumber industri mengatakan cuaca musim dingin yang keras menghambat rencana tersebut.

Pos terkait