Bursa Asia Kompak Menguat di Pasar Spot

  • Whatsapp
Wajah Bursa Saham Asia-Pasifik Beragam di Pasar Spot
Wajah Bursa Saham Asia-Pasifik Beragam di Pasar Spot.[net]

transbisnis.com | JAKARTA – Pada awal perdagangan hari ini. Selasa (2/3) pukul 8.32 WIB Bursa Asia kompak menguat di mana indeks Nikkei 225 menguat 0,37% ke 29.773.

Hang Seng menguat 0,49% ke 29.588. Sedangkan Taiex melesat 1,78% ke 16.237. Indeks Kospi bahkan melaju 2,10% ke 3.076.

Bacaan Lainnya

Straits Times menguat 0,57% ke 2.990. Sedangkan FTSE Bursa Malaysia naik 0,46% ke 1.574.

Penghentian aksi jual di pasar obligasi Amerika baru-baru ini menenangkan saraf investor dan mengangkat aset berisiko.

Di sisi lain, harga minyak berada dalam posisi defensif dana turun tiga hari beruntun di tengah kekhawatiran melambatnya konsumsi energi China.

Wall Street melonjak pada perdagangan semalam, dengan S&P 500 membukukan kenaikan terbaiknya dalam hampir sembilan bulan.

Penurunan dalam imbal hasil obligasi negara AS, optimisme stimulus fiskal AS, dan distribusi vaksin COVID-19 yang lebih luas membangkitkan minat investor untuk mengambil risiko.

Untuk saat ini, semua mata akan tertuju pada bank sentral Australia, yang mengadakan pertemuan kebijakan bulanan pada hari Selasa.

Analis memperkirakan Reserve Bank of Australia akan menahan suku bunga pada level terendah sepanjang sejarah yakni 0,1%.

“Ada banyak hal yang disukai tentang reli di pasar saham Uni Eropa dan AS,” kata Chris Weston, kepala penelitian di Pepperstone Group Ltd di Australia kepada Reuters.

Permintaan aset berisiko tidak menekan kurs dolar AS yang biasanya dianggap sebagai mata uang safe-haven. Pasalnya, investor bertaruh pada pertumbuhan dan inflasi yang cepat di AS.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia naik 0,3% pada awal perdagangan.

Penguatan dolar AS ini menekan emas spot. Harga logam mulia ini sudah turun lagi ke US$ 1.717 per ons troi pada Selasa pagi. Ini adalah harga terendah emas sejak Juni 2020.

Harga minyak pun turun dalam tiga hari perdagangan terakhir setelah data menunjukkan pertumbuhan aktivitas pabrik China merosot ke level terendah dalam sembilan bulan pada Februari. Penurunan ini terutama karena liburan Tahun Baru Imlek.

Ada juga kekhawatiran di kalangan investor energi bahwa OPEC dapat meningkatkan pasokan global setelah pertemuan minggu ini.

Pos terkait