Training of Trainer (ToT): Mempersiapkan Kader Berkualitas

  • Whatsapp

transbisnis.com | BEIJING – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok merupakan organisasi pelajar yang mempunyai tanggung jawab untuk membina anggota-anggotanya agar mampu menjadi kader yang siap menjalankan estafet organisasi dan menjadi generasi pemimpin bangsa di masa depan.

Latihan Kader Dasar (LKD) merupakan pintu gerbang untuk mempelajari ilmu dasar kepemimpinan sehingga setiap kader PPI Tiongkok mampu dan siap menjalankan roda kepemimpinan organisasi.

Bacaan Lainnya

Mahasiswa Indonesia yang kuliah di Tiongkok merupakan orang-orang pilihan yang memiliki keunggulan dalam bidangnya masing-masing. Apabila keunggulan-keunggulan komparatif itu kita berdayakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia baik. Maka dari itu, Bidang Pengaderan Organisasi (BPO) PPI Tiongkok membuat program Training of Trainer (ToT) untuk menciptakan instruktur-instruktur professional yang nantinya dapat melahirkan kader-kader unggulan.

Training of Trainer (ToT) tersebut diadakan 2 hari pada tanggal 18-19 Febuari 2021, melalui Zoom Meeting. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh cabang PPI Tiongkok.

Adapun guest speakers, yaitu Nikkolai Ali Akbar Velayati sebagai Ketua Umum PPI Tiongkok, Respati Anintyo sebagai Ketua Dewan Perwakilan Anggota PPI Tiongkok, Su’ud Tasdiq S.HI, L.L.M, Arjuna Putra Aldino S.PD sebagai Ketua Umum DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan dipandu oleh Kaula Fahmi S.S, M.HUM selaku Ketua Bidang Pengaderan Organisasi PPI Tiongkok.

Di hari petama, acara dimulai dengan do’a dan sambutan oleh Ketua Umum PPI Tiongkok. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bung Arjuna membahas tentang 4 Pilar Kebangsaan. Seperti yang teman-teman sudah ketahui bahwa keempat pilar tersebut, yaitu:

-Pancasila
-UUD 1945
-NKRI
-Bhineka Tunggal Ika

Bung Arjuna sempat menyinggung pentingnya kita memahami keempat pilar tersebut, khususnya Pancasila yang merupakan dasar negara, cita-cita moral bangsa dan juga sebagai ideologi kritis.
Pembicara selanjutnya Su’ud memaparkan tentang Metodologi dan Manajemen Training.

“PPI Tiongkok ini merupakan PPI terbesar kedua setelah PPI Autralia, maka dari itu kita harus siap menjadi kader professional yang siap menjalankan estafet organisasi dan menjadi generasi pemimpin bangsa di masa depan,” ujar Su’ud.

Ada tiga aspek yang menjadi kader PPI Tiongkok, yaitu:

Intelektual
Professional
Berkemanusiaan

Serta komponen dalam manajemen training itu ada 4, yaitu: panitia, pemateri, pemandu dan peserta.

Selanjutnya Anin berbicara mengenai AD-ART PPI Tiongkok, banyak diskusi yang terjadi. Fungsi  AD atau Anggaran Dasar itu sendiri sebagai dasar pengambilan sumber peraturan atau hukum dalam konteks tertentu dalam organisasi. Sedangkan fungsi ART atau Anggaran Rumah Tangga adalah menerangkan hal-hal yang belum spesifik pada AD atau yang tidak diterangkan dalam AD, karena AD hanya mengemukakan pokok-pokok mekanisme organisasi saja.

“Kita harus berpikir kritis tentang AD-ART yang merupakan konstitusi bagi organisasi, yaitu dasar hukum paling tinggi yang berguna untuk mengatur tata cara penyelenggaraan organisasi,”ucap Anin. Pembicara selanjutnya yaitu Nikko, memaparkan tentang materi PPI Tiongkok.

PPI Tiongkok yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi Indonesian Students Association in the People’s Republic of China yang dalam bahasa Mandarin menjadi 在华印尼学生协会. PPI Tiongkok sendiri berdiri atas inisiatif dari 14 Cabang pendiri dan resmi terbentuk pada tanggal 28 Oktober 2012, terbagi atas:

Legislatif: Dewan Pertimbangan Anggotaa (DPA)
Eksekutif: Pusat, Cabang, Ranting
Badan Otonom: Perhimpunan Kedokteran Luar Negeri Indonesia (PERLUNI)  Tiongkok

Serta di hari kedua masing-masing region akan melakukan Forum Group Disscussion (FGD) oleh pemateri dan peserta yang dipandu oleh Master of Training. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Trainer PPI Tiongkok.

“Jangan berharap menghasilkan kader yang hebat kalau instrukturnya di bawah standar. Pemateri harus cerdas intelektualnya. Kita harus meningkatkan kualitas diri kita.”

Penulis: Ayu Fitri Rahmawati | Yangzhou Polytechnic College

Pos terkait