Mayoritas Mata Uang di Asia Melemah di Pekan Ini

  • Whatsapp
Bursa Asia Bergerak Mixed di Awal Tahun Ini
Bursa Asia Bergerak Mixed di Awal Tahun Ini

transbisnis.com | JAKARTA – Mayoritas mata uang di Asia melemah di pekan ini di dorong Yield US Treasury yang bergerak di kisaran level tertinggi.

Penguatan yield US Treasury mengerek dolar Amerika Serikat (AS) dan membuat investor meninggalkan aset berisiko.

Bacaan Lainnya

Asal tahu saja, yield US Treasury tenor acuan 10 tahun sempat bergerak di atas 1,6% pada pekan ini.

Hal tersebut menyokong pergerakan indeks dolar AS yang menyodok ke level 90,88 di akhir pekan.

Alhasil, hampir seluruh mata uang di kawasan berada di zona merah.

Berdasarkan data dari Bloomberg, di pekan ini hanya dolar Taiwan yang masih unggul atas dolar AS. Terlihat, dolar Taiwan masih menguat 0,22% dalam sepekan.

Sementara itu, won Korea Selatan tercatat menjadi mata uang di kawasan dengan pelemahan terdalam di minggu ini.

Dalam pekan yang berakhir 26 Februari, won melemah 1,58% terhadap the greenback.

Posisi berikutnya diisi, baht Thailand yang anjlok 1,5%. Dilanjutkan oleh rupiah yang terlihat melemah 1,21% setelah ditutup di level Rp 14.235 per dolar AS pada Jumat (26/2).

Berikutnya, ada rupee India yang terkikis 1,11% sepanjang pekan ini. Rupee India juga mencatatkan pelemahan terdalam di kawasan pada perdagangan Jumat, setelah ditutup anjlok 1,42%.

Posisi berikutnya, yen Jepang yang terdepresiasi 1,05% di minggu ini. Disusul, dolar Singapura yang turun 0,65% dan peso Filipina yang terkikis 0,27% dalam sepekan terakhir.

Selanjutnya, pada pekan yang berakhir 26 Februari, yuan China melemah 0,25% dan ringgit Malaysia terkoreksi 0,19%. Diikuti, dolar Hong Kong yang turun tipis 0,05%.

Pos terkait