Analis Pasar | Rupiah Bakal Melemah Terbatas

  • Whatsapp
Rupiah Spot Unjuk Gigi di Akhir Perdagangan
Ilustrasi: Nilai tukar rupiah di pasar spot.[ilustrator:winsah]

transbisnis.com | JAKARTA. Analis Pasar dari Bank Mandiri Reny Eka Puteri juga mengamati kasus Covid-19 di China dan beberapa negara eropa menurun.

Namun, hal ini membuat aliran dana asing terdiversifikasi masuk ke negara yang lebih dulu membaik ekonominya dan tidak hanya masuk ke emerging market.

Bacaan Lainnya

Dia pun menilai, rupiah masih mendapat dukungan dari data ekonomi dalam negeri yang positif.

Tarik menarik sentimen antara yield US Treasury dan kasus Covid-19 yang mulai menurun bakal menjadi penggerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (22/2), rupiah di pasar spot melemah 0,38% ke level Rp 14.118 per dolar AS. Kompak, rupiah di kurs tengah Bank Indonesia juga melemah 0,09% ke Rp 14.098 per dolar AS.

Sementara Analis Pasar dari Monex Investindo Futures Faisyal pun memproyeksi, rupiah hari ini kembali melemah namun terbatas.

Sentimen yang menekan rupiah datang dari yield US Treasury yang terus naik.

Hari ini, yield US Treasury mencapai 1,36%, level tertingginya sejak Februari 2020. Namun, pelemahan rupiah berpotensi terbatas karena di satu sisi sentimen yang mendukung aset berisiko muncul.

Faisyal mengamati, kasus Covid-19 saat ini cenderung menurun di beberapa negara. Selain itu, optimisme pemulihan ekonomi global muncul seiring rencana penggelontoran stimulus AS.

BI mencatat, defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) di sepanjang 2020 sebesar US$ 4,7 miliar, membaik dari 2019 yang defisit US$ 30,4 miliar.

Reny memproyeksikan rupiah besok bergerak cenderung stabil di rentang Rp 14.040 per dolar AS-Rp 14.120 per dolar AS.

“Pelemahan rupiah saat ini masih wajar pasca menguat di awal tahun,” kata Reny.

Sementara, Faisyal memproyeksikan rupiah besok berada di Rp 14.060 per dolar AS-Rp 14.150 per dolar AS.

Pos terkait